Logo
http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/4897911gedung_disbud_fhdr.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/3113892bajra_sandhi.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/8829383art_center.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2915184museum_bali.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/1827065Barong_banner.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2329116sawah.jpg
Wednesday, 08 September 2010
Welcome to The 33nd Bali Arts Festival 2011 ( 11 Juni - 10 Juli )
PDF Print E-mail

 

alt

SEJARAH PESTA KESENIAN BALI (The is Story Bali Art Festival)

Pesta Kesenian Bali diselenggarakan sebagai upaya persembahan karya cipta seni terbaik masyarakat. Bilapun kini masyarakat berkeinginan memilih antara kesenian dan kerajinan, profan dan sekular, pesanan dan kreativitas murni masyarakat Bali, semua itu mereka kerjakan dengan semangat "persembahan ". Perbedaan itu tidak akan mengurangi hakekat berkesenian. Kegiatan berkesenian didasari oleh motivasi sebagai persembahan yang terbaik dan "spirit" dalam segala aktivitas masyarakat Bali.

Seni yang ditampilkan adalah persembahan dan karya cipta yang dihasilkan juga sebagai persembahan. Hal ini yang masih dijadikan. Persembahan seni dan karya cipta mengandung makna pembebasan yang iklas yang dalam ajaran Hindu sering disebut dengan yadnya. Yadnya yang dipersembahkan melalui seni dan karya cipta menjadikan hasil ciptaannya sebagai persembahan terbaik, maka sedapat mungkin seseorang seniman tidak akan mempersembahkan miliknya atau karyanya yang paling jelek atau seadanya, apalagi persembahan itu berupa seni dan karya cipta yang terlahir dari budi daya sebagai hulu cinta kasih dan peradaban rohani seni masyarakat.

Pesta Kesenian Bali merupakan media dan sarana untuk menggali dan melestarikan seni budaya serta meningkatkan kesejahteraan. Penggalian dan pelestarian seni budaya meliputi filosofi, nilai-nilai luhur dan universal, konsep-konsep dasar, warisan budaya baik benda atau bukan benda yang bernilai sejarah tinggi, ilmu pengetahuan dan seni sebagai representasi peradaban serta pengembangan kesenian melalui kreasi, inovasi, adaptasi budaya dengan harapan agar tetap hidup dan ajeg berjcelanjutan dalam konteks perubahan waktu dan jaman serta dalam lingkungan yang selalu berubah.

PELOPOR

Menampung hasil karya cipta, seni dan aspirasi berkesenian baik kesenian hasil rekonstruksi, seni hasil inovasi, atraksi kesenian serta apresiasi seni dan budaya masyarakat , maka Pemerintah Propinsi Bali, sejak tahun 1979, oleh Almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra menggagas dan memprakarsai suatu wadah pesta rakyat, yang sampai sekarang disebut " Pesta Kesenian Bali " (PKB), yang pertama kalinya di gelar.

Dasar Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali adalah Peraturan Daerah Propinsi Bali Nomor 07 Tahun 1986 tentang" Pesta Kesenian Bali ". Pesta Kesenian Bali yang digelar pertama kali pada tahun 1979, berlangsung kurang lebih 2 bulan tepatnya dari tanggal 20 Juni 1979 sampai 23 Agustus 1979, dan setiap tahun telah memberikan kesempatan untuk menampilkan karya-karya seni terbaik, sebagai wahana pembinaan, pelestarian dan pengembangan seni budaya masyarakat.Pelestarian seni budaya dengan menampilkan keseniankesenian klasik yang sudah hampir punah dan terpendam di masyarakat.Melalui Pesta Kesenian Bali, memotivasi masyarakat untuk menggali, menemukan dan menampilkan kepada masyarakat pada pesta rakyat ini. Penyelenggaraan PKB dari tahun ketahun telah memberikan nuansa tersendiri bagi keajegan seni budaya Bali dengan menampilkan thema yang selalu berbeda-beda.Kiranya cara berkesenian masyarakat Bali yang dipersembahkan kedalam wadah Pests Kesenian Bali, setiap tahunnya juga berbeda-beda. Seperti pada Pesta Kesenian Bali yang berlangsung Juni 2003 ini merupakan Pesta Kesenian Bali ke 25 yang bertepatan dengan Jubillium Perak Pesta Kesenian Bali. Kesempatan ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk melakukan koreksi, perbaikan dan perubahan serta introspeksi diri, ditengah-tengah keterpurukan kepariwisataan Bali saat ini.

Pesta Kesenian Bali Tahun 2003 ini mengambil thema " Yadnya Cakra "yang bermakna Roda Kreativitas Tiada Henti. Thema ini menggambarkan betapa beratnya beban kita untuk selalu beraktivitas dan berkreativitas untuk memenuhi kehidupan kita. Dengan demikian aktivitas dan kreativitas berkesenian untuk menghasilkan karya cipta dan seni masyarakat Bali tidak akan pernah berhenti, untuk menggali dan mengembangkan gagasan-gagasan baru, baik itu gagasan barn berkesenian maupun dalam kegiatan sehari hari, dalam rangka menyambung kelangsungan kehidupannya. Penggalian dan pengembangan gagasan baru berkesenian, dipakai untuk mengimbangi adanya distribusi budaya asing sebagai akibat globalisasi menyeluruh, karena dengan adanya gagasan barn akan dapat menuntun prilaku masyarakat dalam konteks berfikir, berkata dan berbuat yang diinplementasikan dan diwujudkan dalam bentuk karya cipta seni budaya.

Dalam sejarah perjalanan pesta seni rakyat yang akbar ini pada umumnya selalu dibuka oleh pejabat tinggi negara. Hanya pada PKB yang pertama kali tahun 1979 dibuka oleh Almarhum Prof DR. Ida Bagus Mantra yang saat itu menjabat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali sekaligus sebagai penggagas PKB. Selebihnya pembukaan PKB dilaksanakan oleh Menteri, Wakil Presiden, Presiden dan Ibu Negara.

 

alt

 

The 32nd Bali Arts Festival PROGRAM 2010
Tema PKB XXXII Tahun 2010 : “SUDAMALA : Mendalami Kemurnian Nurani”

 

Waktu Penyelenggaraan 12 Juni s/d 10 Juli 2010

A. DASAR
-Hasil Sarasehan dan Lokakarya PKB XXXII Tahun 2009
-Rekomendasi Tim Pengawas Independen PKB XXXI Tahun 2009
-Rekomendasi hasil Tim Pengamat Parade dan Lomba PKB XXXI Tahun 2009 -Masukan para tokoh masyarakat, seniman, budayawan dan pengamat seni dan mass media

B.MATERI dan SUB TEMA
PKB XXXII Tahun 2010 tetap mengacu pada 6 materi pokok yaitu : 
1. Pawai dengan Sub.Tema Bhuwana Kreti : Penyucian Semesta
2. Pagelaran dengan Sub. Tema Stuti Manawibhawa : Persembahan Yang Tulus
3. Lomba/Parade dengan Sub. Tema Parasparo Upasraya : Berlomba Dalam Kebersamaan.
4. Sarasehan dengan Sub. Tema Dharmatula Subhaprawretiti : Menimbang Langkah Bijak
5. Pameran dengan Sub. Tema Silpa Hita Karana : Ketrampilan Sumber Berkah.
6. Dokumentasi

I. INTI SARI DAN UNGGULAN PROGRAM PKB 2010
1. PAWAI
    Prosesi berjalan dan tidak ada display/demondtrasi
2.KEGIATAN KESENIAN UNGGULAN LOKAL, NASIONAL, DAN INTERNASIONAL.
2.1. Program Unggulan Provinsi Bali
  a. Nasional memberikan kesempatan kepada kesenian luar daerah untuk berpartisipasi.
 b. Internasional memberikan kesempatan kepada kesenian Internasional baik dalam kawasan Asia maupun          internasional untuk berpartisipasi.
c. Lokal.
   Rancangan kesenian lokal, pada penyelenggaraan PKB 2010 akan lebih bersifat terbuka, dengan          menekankan pada kesenian yang lebih bersifat pengembangan seperti :

•Garapan Sendratari Kolosal Pembukaan oleh ISI Denpasar
•Garapan Sendratari Penutupan oleh SMKN 3 Sukawati
•Pementasan Karya Komposer dan Choreografher Inovasi
•Pementasan Wayang Multi Media Layar Lebar
•Cak Kolosal Kreasi dan Inovasi
•Teater Bali Modern
•10 Kesenian Group/Sekaa/organisasi yang diajukan langsung ke Provinsi

d. Festival Film Dokumenter
•Kabupaten/Kota
•Masyarakat Umum

2.2. UNGGULAN DAN PARTISIPASI KOTA DAN KABUPATEN
a. Kegiatan Parade
• Parade Gong Kebyar Dewasa
• Parade Gong Kebyar Anak-anak
• Parade Nglawang Anak-anak Khas Kota dan Kabupaten dengan jenis barong ditentukan
• Parade Drama Gong Remaja
• Parade Fragmentari dengan iringan Baleganjur
• Parade Angklung Kebyar
• Parade Topeng Bondres
• Parade Gong Kebyar Wanita
• Parade Wayang Tradisi ciri khas Kabupaten/Kota

b. Kegiatan Lomba
• Lomba Merangkai Bunga dan Janur, Makanan dan Busana
• Lomba Kerajinan
• Lomba Nyastra
• Lomba Lagu Daerah Bali (Remaja dan anak-anak)

c. Kegiatan Pagelaran
• Menampilkan satu kesenian Kerawitan langka/ tradisi misalnya : Gamelan Gambang, Gamelan Selonding, Gamelan Saron, , Gamelan Genggong, Gamelan Kembang Kirang, Gender Wayang, Terompong Beruk, Mandolin
• Menampilkan satu kesenian Tari klasik/langka/sakral dalam bentuk klise maupun provan
• Menampilkan satu Kesenian Sebagai Bentuk Pengembangan (Kreasi, Kontemporer, Kolaborasi, Dll)
• Menampilkan satu kesenian sosial/pergaulan yang dapat dipilih diantaranya : Kembang Jangger, Kembang Kirang, Dag, Joged Bumbung, Gandrung, Ibing-ibingan, dan lain-lainnya.

II. PAMERAN
2.1 Menampilkan produk – produk unggulan Perindustrian Pangan, Kerajinan Tradisional dan Desain.
2.2 Pameran Photo dan Film Dokumentasi PKB 1979 s.d 2009
2.3 Pameran Buku-buku tentang PKB dan budaya Bali
2.4 Pameran Lukisan


III.SARASEHAN 
3.1 Sarasehan :
Pokus pada isu dan tantangan seni budaya serta mencari solusi dan implementasi sekaligus dapat dijadikan ilmu terapan di masyarakat (implementasi Kongres Kebudayaan Bali I Tahun 2008).

Daftar kriteria Lomba dan Parade pada Pesta Kesenian Bali XXXII Tahun 2010

KRITERIA PARADE
TOPENG PREMBON
PESTA KESENIAN BALI XXXII TAHUN 2010

PENDAHULUAN
Topeng Prembon merupakan tarian Drama Tari Topeng Bali yang diperkirakan sudah cukup tua umurnya dan muncul setelah adanya topeng pajegan di Bali, yang berfungsi sebagai seni balih-balihan. Maraknya perkembangan dramatari topeng di Bali dewasa ini seperti topeng prembon dan topeng bebondresan hampir terlupakan. Sehingga perlu mengadakan pembinaan lebih lanjut untuk pengembangan dan pelestarian kelangsungan kesenian dimaksud.
Pelaksanaan Parade Topeng Prembon pada PKB XXXII Tahun 2010 bermaksud untuk melahirkan seniman-seniman yang berbakat dan diharapkan akan mampu membawa misi dan visi dari makna dan nilai yang terkandung pada penampilan Topeng Prembon dalam setiap penyelenggaraan sebuah prosesi budaya di Bali. Berkenaan dengan hal diatas, kriteria penampilan topeng akan diatur berdasarkan atas pakem dari sebuah penampilan Topeng Prembon termasuk penggenerasian yang ingin dicapai.

KRITERIA PENAMPILAN
- Penguasaan karakter-karakter yang ditampilkan
- Penguasaan teknik tari (agem, tandang, tangkep, dan tangkis)
- Penguasaan lagu (nyanyian) dan vokal
- Penguasaan iringan tari dan lagu (vokal)
- Penguasaan panggung (tempat pementasan)
- Tata busana/tata rias yang dipakai dan keharmonisan secara umum
- Keutuhan, keserasian, keharmonisan dan kemampuan antara teknik gerak (tari) dan suara (vokal).
- Kekuatan berimpovisasi
- Keutuhan dalam penampilan atau keharmonisan.

DURASI DAN PENAMPILAN
Seluruh penampilan peserta akan dijadwalkan pada program PKB XXXII tahun 2010
Setiap pementasan akan ditampilkan 1 (peserta) dan jadwal penampilan di tentukan oleh panitia PKB XXXII Tahun 2010.
Tempat penampilan di wantilan.
Durasi setiap penampilan peserta di tetapkan 1.5 jam.

PESERTA DAN IRINGAN
Para peserta (penari) adalah minimal 5 (lima) dan maksimal 6 (enam) terdiri dari penari pria 3 orang dan 2 orang penari wanita atau 3 penari pria dan 3 orang penari wanita. Peserta (penari) merupakan seniman lokal terbaik yang dipilih dari masing-masing Kota/Kabupaten.
Umur peserta dibatasi maksimal 45 (empat lima) Tahun.
Iringan dengan menggunakan Gong Kebyar yang disiapkan langsung oleh para peserta.

CERITA
Cerita agar disiapkan oleh peserta dari masing-masing Kota / Kabupaten se- Bali

PENGAMAT
Para seniman-seniman topeng yang telah mengabdikan hidupnya pada penampilan topeng secara umum
Para sastrawan yang menguasai dibidang kesusastraan cerita Bali.
Para seniman akademik yang telah banyak terlibat pada penampilan topeng.


KRITERIA
PARADE BALEGANJUR IRINGAN FRAGMENTARI
PKB XXXII TAHUN 2010

I Latar Belakang 
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Parade Baleganjur Tingkat Remaja pada Pesta Kesenian Bali XXXI Tahun 2009 menunjukkan bahwa, antusias para penikmat seni Baleganjur sangat baik. Sebagai indikatornya adalah membludaknya penonton pada setiap penampilan dari masing-masing Kabupaten dan Kota yang memadati Panggung Terbuka Ksirarnawa. Apresiasi penonton yang sangat tinggi juga ditunjukkan melalui dukungan dari masing-masing peserta. Juga tidak kalah menarik adalah penampilan dari masing-masing Kabupaten dan Kota yang sangat apik, kreatif, inovatif dan berkualitas, hingga tidak jarang tepuk tangan beriringan pada saat pementasan.
Hal di atas menjadi salah satu landasan untuk mengangkat kembali Parade Fragmentari dengan iringan Baleganjur ini sebagai salah satu mata acara utama pada Pesta Kesenian Bali XXXII tahun 2010 ini, disamping memang hal-hal lain yang menjadi latar belakangnya seperti; pelestarian, pengembangan dan aspek diluar kesenian itu sendiri seperti aspek sosial, pendidikan, yang diyakini mampu sebagai filtrasi dari segenap pengaruh negatif.

II Tujuan Pelaksanaan
Tujuan pelaksanaan adalah mengacu pada tujuan pokok Pesta Kesenian Bali XXXII Tahun 2010, dan juga mengacu tujuan Pesta Kesenian Bali secara umum. Namun di lain hal Parade Fragmentari dengan iringan Baleganjur ke dalam salah satu mata acara Pesta Kesenian Bali , adalah sebagai wahana olah seni dan kreatifitas para seniman muda kita dan senantiasa mendorong untuk lebih banyak berkarya seni. Keterlibatan yang didominasi oleh para seniman muda diyakini dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan peran serta kalangan muda dalam membentengi nilai-nilai budaya dari gerusan globalisasi dengan segala dampaknya.


III Kriteria
Kriteria ini adalah bukan hal mutlak, akan tetapi dapat dipakai sebagai acuan dalam membentuk kerangka pikir dan format sebuah kegiatan. Dengan adanya kriteria ini diharapkan tercipta adanya kesatuan pandangan dan kesepahaman dalam mencermati sebuah bentuk yang akan dituju. Tidak menutup kemungkinan adanya perubahan isi kriteria yang disesuaikan berdasarkan hasil kesepakatan atau kesepahaman dari peserta yaitu dari Kabupaten dan Kota. Adapun kriteria ini terbagi kedalam dua hal pokok yaitu ;

3.1. Umum
Tema yang diangkat sebagai ide cerita atau garapan disesuaikan dengan tema Pesta Kesenian Bali XXXII Tahun 2010 yaitu “Suda Mala,: mendalami kemurnian nurani“ Durasi waktu keseluruhan penampilan antara 15-20 menit. Diperbolehkan menggunakan property untuk mendukung penampilan, dengan catatan tidak terlalu berlebihan sehingga mengaburkan esensi pertunjukan itu sendiri. Diharapkan pertunjukan agar lebih atraktif dalam artian semua komponen penari dan penabuh mampu saling mendukung, saling mengisi sehingga terbentuk sebuah kesatuan (unity) garapan.

3.2. Khusus
Penari dan Penabuh
- Jumlah penari antara 8 sampai 10 orang putra atau putri ;
- Jumlah penabuh tidak kurang dari 21 orang belum termasuk tukang usung (tukang tegen Gong) ;
- Batas usia penari dan penabuh diharapkan tidak lebih dari 30 tahun ;
Gamelan dan Kelengkapan
Gamelan yang digunakan adalah seperangkat Gamelan Baleganjur dan instrumen tambahan lainnya sesuai dengan kebutuhan garapan. Adapun perangkat gamelannya terdiri dari :
Sepasang atau dua pasang kendang cedugan Lanang dan Wadon ;
8 – 10 cakep ceng-ceng kopyak, Ponggang dan Reong ;
(Bisa menggunakan 4 sampai 7 nada) ;
Satu buah Kajar dan sebuah Kempli ;
Seperangkat instrument tambahan yang tergolong sebagai instrument gamelan seperti; suling ;
Sepasang Gong Lanang dan Wadon ;
Sebuah Kempur ;
Satu buah Bebende
Kelengkapan lainnya yang berkaitan dengan pementasan diperbolehkan seperti penggunaan Gayor, Sangsang Gong, dan property lainnya.

PEDOMAN

PARADE LAGU POP DAERAH BALI

PESTA KESENIAN BALI XXXI 2010

          I. Pendahuluan.

Lagu-lagu Bali cukup banyak ragamnya baik itu lagu-lagu yang paling tua usianya yakni berupa lagu-lagu rakyat  yang tidak dikenal penciptanya (NN/No Name) seperti Dija Bulane, Curik-Curik, Sekar Emas, Putri Cening Ayu, dll. Setelah itu muncul lagu-lagu daerah yang mulai diciptakan oleh para komponis lagu-lagu Bali seperti Merah Putih Cip. Gde Dharna, Ajeg Lestari Cip. AA.Md. Cakra, Gunung Agung Cip. Gst. Bgs. Pandji, Di Bali Nuju Galungan Cip Wedasmara, Sekar Sandat cip. Gst. Bgs. Ardjana, dan masih banyak lagi. Kemudian lagu Bali yang dapat disebut  sebagai lagu-lagu daerah Bali tersebut akhirnya sering dilombakan dalam lomba cipta lagu Bali oleh dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang hasil lomba cipta lagu tersebut ditampilkan dalam ajang PKB. Melodinya jelas sekali bernuansa Bali dengan patet Pelog dan Slendronya, bahasanya adalah bahasa Bali yang betul-betul tegas dan jelas sor singgihnya, kemudian tema-tema atau isi lagunya sebagian besar mengenai kecintaan, kebanggaan dan kekaguman terhadap alam dan budaya  Bali. Lagu-lagu tersebut merupakan lagu Bali yang khas dan mengandung idealisme sehingga kadang-kadang tidak mampu dicerna atau dinikmati oleh seluruh masyarakatnya. Lagu-lagu ini memang bukan untuk tujuan komersial semata untuk laku dijual, namun sebagai salah satu hasil budaya milik kita.

Setelah lagu daerah tersebut berkembang, barulah muncul lagu-lagu Bali yang diciptakan untuk tujuan komersial, yakni lagu-lagu pop Bali yang diciptakan untuk mendapatkan nilai ekonomis. Banyak lagu diciptakan dengan label lagu Pop Bali. Namun banyak juga hanya menggunakan bahasa Bali sebagai indentitas Balinya, sementara melodi dan nuansa musiknya bahkan sama sekali tidak mencerminkan ke-Baliannya.

            Untuk itulah, pada Parade Lagu Pop Daerah pada PKB tahun ini, marilah kita berlomba-lomba untuk menyajikan lagu-lagu Bali tersebut dengan nuansa Bali sepenuhnya, baik dari melodinya, gaya menyanyikan (cengkok), iringan musiknya (dengan memasukan gamelan untuk mendukung nuansa Balinya), busana, dan lain-lainnya. Hal ini patut dilakukan bersama-sama, mengingat belum menasionalnya lagu-lagu kita, seperti lagu Jawa, Melayu, Batak, Ambon, Tapanuli, dan lain-lainya. Mungkinkah itu disebabkan oleh identitas kita belum jelas, atau belum kuat, atau karena apa .......?. Mari kita jawab pada penampilan masing-masing Kabupaten/Kota di ajang PKB nanti.

 

II. Pedoman

  1. KATAGORI ANAK-ANAK

PESERTA, LAGU, DAN PENGIRING

  1. Setiap Kabupaten/Kota mengirimkan 1 (satu) orang penyanyi anak putra dan 1(satu) orang penyanyi  anak putri yang merupakan juara di Kabupaten/Kota atau ditunjuk untuk mewakili Kabupaten/Kotanya.
  2. Usia anak dimaksud baik putra maupun putri adalah maksimal 13 (tiga belas) tahun.
  3. Setiap anak  membawakan : 1 (satu) lagu yang dinyanyikan secara solo (baik putra maupun putri)

Lagu yang dinyanyikan boleh diambil dari lagu pop anak-anak  yang  berkembang di pasaran atau lagu-lagu anak dari hasil lomba cipta lagu PKB. Lagu-lagu yang akan dinyanyikan betul-betul sesuai dengan karakter anak-anak. Iringan musik untuk lagu-lagu tersebut di atas diaransemen baru, dengan memadukan antara alat musik diatonic (Band) dengan alat musik pentatonic (gamelan Bali)

  1. Penampilan peserta boleh disertai latar belakang tari untuk mendukung suasana  masing-masing lagu.
  2. Musik pengiring disediakan oleh masing-masing peserta (boleh grup band anak-anak dan boleh grup band remaja/dewasa), dengan catatan tetap menonjolkan suara penyanyinya.
  3. Setiap peserta tidak boleh membawakan  lagu – lagu atau aransemen yang sudah pernah dibawakan pada PKB sebelum-sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menampilkan suasana “segar” setiap peserta, sekaligus menghindari rasa bosan dari pengamat maupun peonton. 

TEMPAT DAN WAKTU

1.      Tempat pementasan dilakukan di Panggung Arda Chandra-Taman Budaya Provinsi Bali

2.      Penampilan dibagi menjadi 3 (tiga) hari; hari pertama akan ditampilkan 3 kabupaten/kota, hari kedua akan ditampilkan 3 kabupaten/kota, dan hari ketiga akan ditampilkan 3 kabupaten/kota yang akan diundi pada saat teknihcal metting.

3.      Peserta diharapkan hadir 1 (satu ) jam sebelumnya, untuk mendaftar ulang kepada panitia.

4.      Setiap peserta disediakan waktu tampil maksimal 35 menit (anak-anak dan remaja/dewasa).

PAKAIAN

Pakaian yang dipakai untuk pentas baik oleh penyanyi maupun pemusik adalah pakaian adat Bali, yang putra dengan kancut melelancingan (bukan diwiron)

PERALATAN

Panitia hanya menyediakan di tempat pentas:

a.      Sound system

b.      Drum

c.       10 mic (diluar mic untuk drum).

d.      Alat-alat yang lain dibawa oleh peserta

 HAL-HAL LAIN

a.       Tidak disediakan konsumsi bagi peserta.

b.      Masing-masing peserta mengirimkan nama-nama pesertanya (penyenyi dan pemusik untuk diperkenalkan oleh MC sesaat menjelang tampil)

  1. KATAGORI REMAJA/DEWASA

PESERTA, LAGU DAN MUSIK PENGIRING

  1. Setiap grup terdiri dari maksimal 15 (lima belas) orang remaja/dewasa putra dan putrid usia  14 - 40 tahun.
  2. Setiap grup/peserta Kabupaten/Kota membawakan:

a.       1 (satu)  Lagu Wajib Jagadhita cip. ABG Satria Sarada, yang dinyanyikan secara duet ( puta dan   putri).

b.      1 (satu) lagu yang tergolong dalam lagu rakyat ( NN) yang dinyanyikan secara bergroup ( trio atau  kwartet).

c.       1 (satu) lagu bebas (Bali), boleh juga ciptaan sendiri, lagu pop komersial asalkan tema, bahasa, dan nuansanya sesuai dengan semangat PKB

Ketiga lagu tersebut di atas harus diaransemen kembali, demikian pula untuk yang memilih lagu pop Bali komersial tidak boleh mengambil aransemen atau versi aslinya yang ada di kaset)

  1. Semua penampilan diisi dengan latar belakang Vokal (backing Vocal), boleh diisi ilustrasi tari asalkan dilakukan oleh backing vocal, tanpa menambah penari khusus ke atas panggung). Backing Vocal  sebaiknya berjumlah 3 orang yang ditempatkan di tengah-tengah (depan pemain drum). Hali ini dilakukan untuk memudahkan penggunaan mic terhadap semua peserta.
  2. Untuk menjunjung tinggi kreativitas dalam penampilan, masing-masing peserta diserahkan untuk mengaransir kedua lagu tersebut kedalam bentuk garapan dengan memadukan alat musik diatonic (band)  dengan alat musik pentatonic yang dapat  diambil dari instrument dalam gamelan Bali seperti; gong kebyar, semarandahana, gender, angklung, rindik,jegog, dll.)
  3. Setiap peserta tidak boleh membawakan  lagu – lagu atau aransemen yang sudah pernah dibawakan pada PKB sebelum-sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menampilkan suasana “segar” setiap peserta, sekaligus menghindari rasa bosan dari pengamat maupun peonton. 

TEMPAT DAN WAKTU

1.      Tempat pementasan dilakukan di Panggung Arda Chandra-Taman Budaya Provinsi Bali

2.      Penampilan dibagi menjadi 3 (tiga) hari; hari pertama akan ditampilkan 3 kabupaten/kota, hari kedua akan ditampilkan 3 kabupaten/kota, dan hari ketiga akan ditampilkan 3 kabupaten/kota yang akan diundi pada saat teknihcal metting.

3.      Peserta diharapkan hadir 1 (satu ) jam sebelumnya untuk mendaftar ulang kepada panitia.

4.      Setiap peserta disediakan waktu tampil maksimal 35 menit (anak-anak dan remaja/dewasa).

PAKAIAN

Pakaian yang dipakai untuk pentas baik oleh penyanyi maupun pemusik adalah pakaian adat Bali, yang putra dengan kancut melelancingan (bukan diwiron)

PERALATAN

Panitia hanya menyediakan di tempat pentas:

a.       Sound system

b.      Drum

c.       10 mic (diluar mic untuk drum).

d.      Alat-alat yang lain dibawa oleh peserta

 HAL-HAL LAIN

  1. Tidak disediakan konsumsi bagi peserta
  2. Masing-masing peserta mengirimkan nama-nama pesertanya (penyenyi dan pemusik untuk diperkenalkan oleh MC sesaat menjelang tampil

  

KRITERIA LOMBA KERAJINAN
PESTA KESENIAN BALI XXXII TAHUN 2010


1. Lomba Kerajinan Ukiran Kayu
A. Syarat Lomba
1.Peserta lomba adalah perajin ukiran kayu yang terbaik merupakan wakil dari Kabupaten / Kota.
2.Tiap Kabupaten dapat mengirim 3 ( tiga) orang perajin ukir kayu dengan alamat tidak boleh sama ( tujuannya untuk pemerataan kesempatan tampil lomba )
3.Biodata peserta yang sudah ditunjuk untuk mewakili Kabupaten / kota agar
segera dikirim ke Panitia PKB XXXII tahun 2010 pada Seksi Lomba Kerajinan.
4.Peserta yang sudah ditunjuk oleh panitia Kabupaten / Kota agar segera merancang dan mengerjakan karya yang dilombakan sehingga pada saat mulai PKB XXXII tahun 2010 karya sudah siap dilombakan.
5.Karya yang dilombakan adalah karya yang sudah jadi berupa kerajinan pelangkiran ukir kayu yang sudah difinising dengan prada Jepang /Inggris
Dengan ukuran panjang 40 cm dan lebar 26 cm ( ukuran luar ) jika ukuran lebih nilainya akan dikurangi 25 %.
6.Pesera lomba harus mendaftar ulang pada panitia lomba 1 ( satu ) jam sebelum lomba dimulai di Art Centre untuk mendapatkan nomor peserta.
7.Nomor peserta lomba harus sama dengan nomor pendaftaran ( tidak boleh ditukar dengan peserta lain ).
8.Peserta lomba harus memakai pakaian adat.
9.Peserta harus memperagakan kemampuannya dihadapan umum dan harus sama dengan karya yang dilombakan.
10.Bahan dan peralatan disiapkan oleh masing – masing peserta.
11.Tim juri akan menilai dan menentukan pemenang I, II ,III serta 7 (tujuh ) karya terbaik
12.Bagi karya pemenang I,II,III dan 7( tujuh ) terbaik, panitia akan mengoleksi dan diberi imbalan berupa uang masing – masing sebesar Rp.1.000.000,- ( satu juta rupiah ) diserahkan langsung setelah selesai lomba ( peserta agar menghubungi panitia dengan menyerahkan nomor dan karya )
13.Untuk pemenang I,II,III, akan menerima hadiah berupa uang dan piagam yang ditetapkan oleh panitia yang akan diserahkan pada saat penutupan PKB XXXII Tahun 2010 di Arda Candra Art Centre Denpasar, diharapkan hadir dengan berpakaian adat dan menghubungi panitia lomba kerajinan.
14. Lomba dilaksanakan :
Hari / Tanggal :
P u ku l : 10.00 s/d 13.00 wita
T e m p a t : Wantilan Taman Budaya Denpasar
15.Hasil musyawarah tim juri dengan panitia penyelenggara dalam keputusan tidak dapat diganggu gugat.

B. Kreteria Penilaian
1. Ide / Kreativitas ( 0 - 45 )
2. Estetika ( 0 – 35 )
3. Finishing ( 0 – 20 )

2. Lomba Kerajinan Tapel Barong
A. Syarat Lomba.
1. Peserta lomba adalah perajin / seniman topeng yang terbaik dan merupakan wakil dari Kabupaten /Kota..
2. Tiap Kabupaten/Kota dapat mengirim 3 ( tiga ) orang perajin / seniman pembuat topeng dengan alamat tidak boleh sama ( tujuannya untuk pemerataan kesempatan lomba ),
3. Biodata peserta yang sudah ditunjuk untuk mewakili Kabupaten / Kota agar segera dikirim kepanitia PKB XXXII Tahun 2010 pada Seksi Lomba Kerajinan.
4. Peserta yang sudah ditunjuk oleh panitia Kabupaten / Kota agar segera merancang dan mengerjakan karya yang akan dilombakan , sehingga pada saat mulai PKB XXXII Tahun 2010, karya sudah siap dilombakan.
5. Karya yang dilombakan adalah karya yang sudah jadi berupa tapel barong ket yang fungsinya untuk tari barong.
6. Peserta lomba harus mendaftar ulang pada panitia lomba 1 ( satu ) jam sebelum lomba dimulai untuk mendapatkan nomor peserta.
7. Nomor peserta lomba harus sama dengan nomor pendaftaran ( tidak boleh ditukar dengan peserta lain ).
8. Pada saat lomba, peserta harus memakai pakai adat.
9. Peserta harus memperagakan kamampuannya dihadapan umum dan harus sama dengan karya yang dilombakan.
10. Bahan dan peralatan disiapkan oleh masing – masing peserta
11. Tim juri akan menilai dan menentukan pemenang I,II,III serta 7 (tujuh ) karya terbaik.
12. Bagi karya pemenang I,II,III, dan 7 ( tujuh ) karya terbaik, akan dikoleksi oleh panitia dan diberi imbalan berupa uang masing – masing sebesar Rp. 1.000.000,- ( satu juta rupiah) akan diserahkan langsung setelah selesai lomba ( peserta agar menghubungi panitia dengan menyerahkan nomor dan karya ).
13. Untuk pemenang I,II,III, akan menerima hadiah berupa uang dan piagam yang ditetapkan oleh panitia diserahkan pada saat penutupan PKB XXXII Tahun 2010 di Arda Candra Art Centre Denpasar, diharapkan hadir dengan memakai pakaian adat dan menghubungi panitia lomba kerajinan.
14. Lomba dilaksanakan :
Hari / tanggal :
P u k u l : 10.00 s / d 13.00 wita
T e m p a t : Wantilan Taman Budaya
Art Centre Denpasar.
15. Hasil musyawarah tim juri dengan panitia penyelenggara dalam keputusannya tidak dapat diganggu gugat.

B. Kreteria Penilaian
1. Ide / Kreativitas : ( 0 – 45 )
2. Estetika / Karakter : ( 0 – 35 )
3. Finishing : ( 0 – 20 )


3. Tim Juri Penilai
1. Drs. I Nyoman Ardana
( Disperindag Provinsi Bali ).
2. Drs. I Ketut Budha
( Seni Rupa ISI Denpasar )
3. Drs. I Wayan Sukarya
( Seni Rupa ISI Denpasar )
4. Drs. I Made Radiawan
( Seni Rupa ISI Denpasar )
5. I Made Sedana Yasa, BSc
( Disperindag Provinsi Bali )
Drs. I Nengah Artha
( SMK Batubulan )

KRITERIA
PARADE NGLAWANG
PESTA KESENIAN BALI XXXII TAHUN 2010


Ngelawang diduga berasal dari kata lawang yang berarti pintu,ngelawang artinya dari pintu ke pintu (perjalanan keliling desa). Ngelawang berfungsi sebagai penolak bala. Ngelawang yang ditampilkan dalam PKB nanti adalah bentuk Barong Imitasi (tiruan) dari masing-masing daerah dan pawai akan dilaksanakan disekitar halaman Ardha Candra.Ngelawang biasanya dilakukan pada saat hari raya Galungan dan Kuningan Pada setiap Desa yang dikunjungi orang selalu ngaturang prani (menghaturkan sesajen) dan mohon keselamatan padanya.

A. Peserta :
Peserta diharapkan mengumpulkan deskripsi dan sinopsis tentang tradisi nglawang di Daerah asal
Peserta diharapkan anak-anak dan remaja ( putra maupun putri)
Jumlah peserta 30 / 50 orang
Peserta diharapkan berpakaian adat dan berpakaian sesuai dengan kebutuhan nglawang.

B. Properti :
Pembawa bandrangan 2 orang
Pembawa umbul-umbul 2 orang
Pembawa tedung 2 orang
Pembawa sesaji 2 orang

C. Musik Pengiring :
Musik pengiring yang dipakai adalah gambelan batel bebarongan yang terdiri dari kendang, tawa-tawa, kel;enang, kempur, dan cengceng dan lainnya (menyesuaikan )


D. Melelampahan / Bercerita : sesuai dengan kondisi Kabupaten / Kota masing-
masing

F. Durasi :
Durasi demontrasi :15 menit s/d 20 menit

G. Ketentuan lain :
- Bentuk Barong Ngelawang diharapkan tidak sama diantara Kota/Kabupaten
- Peserta diharapkan melapor kepada panitia pada saat kedatangan.
- Hal-hal yang belum jelas dapat dipertanyakan pada Koordinator Parade Nglawang : I Gede Oko Surya Negara,SST.,M.sn No Telp. 087860337733

KRITERIA
PARADE GONG KEBYAR DEWASA
Pesta Kesenian Bali XXXII Tahun 2010


Pendahuluan
Parade Gong Kebyar Dewasa adalah sajian seni kekebyaran dengan format mebarung, yaitu pementasan 2 (dua) Sekaa secara bersanding, dengan menampilkan penari dan penabuh usia remaja dan dewasa. Dengan menampilkan materi-materi tari dan tabuh, yang sudah ada maupun yang merupakan ciptaan baru, parade ini dimaksudkan untuk menggugah semangat kompetisi para seniman seni kakebyaran, melestarikan karya-karya seni yang telah ada, serta merangsang pertumbuhan karya-karya baru. Parade ini menampilkan 10 (sepuluh) group yang terdiri dari 9 (sembilan) wakil Kabupaten dan Kota se-Bali ditambah dengan 1 (satu) group pendamping yang akan dipilih oleh Panitia Pesta Kesenian Bali.

Materi Parade
Setiap group peserta parade Gong Kebyar Dewasa diwajibkan untuk menampilkan 4 (empat) materi utama yang terdiri atas: 2 (dua) karya tabuh dan 2 (dua) karya tari, dengan perincian sebagai berikut.
1. Tabuh Pembuka (Pategak): tabuh-tabuh instrumental yang ditampilkan sebagai sajian pembuka. Jenis tabuh yang ditampilkan adalah ciptaan baru Tabuh Telu yang dikreasikan dengan durasi 12-13 menit
2. Tari Kekebyaran (Bebancihan), dengan menampilkan identitas Kabupaten/Kota atau dapat memilih seperti : Panji Semerang, Margapati, Wiranata (versi pendek ) dengan jumlah penari antara 6 sampai 8 orang (berkelompok)
3. Tabuh Selingan (Penyelah): menampilkan tabuh–tabuh di era 1990-an, garapan tabuh ini hanya dibolehkan menggunakan alat-alat gambelan yang terdapat dalam barungan Gong Kebyar. Durasi pentas maksimal adalah 8-10 menit.
Fragmentari ( sendratari singkat ) dengan tema penyucian diri ( Sudamala ) Fragmentari ini digarap sedemikian rupa dengan mengutamakan olah koreografi (gerak tari) yang didukung iringan musik, ilustrasi vokal (gerong), serta ilustrasi dalang. Fragmentari ini diharapkan mengikuti ketentuan umum seperti: (a). menggunakan maksimal 15 orang penari (putra dan putri); b) tidak menggunakan properti pentas dan setting panggung yang berat (free set stage property). Durasi pentas maksimal adalah 20-25 menit.

Peserta dan Barungan Gamelan
Umur peserta Parade Gong Kebyar Dewasa tidak dibatasi namun tidak diperkenankan untuk menghadirkan penari atau penabuh yang masih anak-anak. Para penabuh diwajibkan mengenakan pakaian seragam penabuh berupa busana adat Bali madya.
Gamelan yang dipergunakan adalah barungan Gong Kebyar lengkap yang terdiri atas: sepasang giying, dua pasang gangsa pemade, dua pasang gangsa kantil, sepasang penyacah, sepasang jublag, sepasang jegogan, satu tungguh terompong, satu tungguh reyong, satu tungguh kajar, satu tungguh kempli, satu pangkon (set) gecek (ceng-ceng susun), satu pasang gong (lanang-wadon), satu buah kempur, satu buah bebende, satu buah kemong, 4-6 suling, 1 atau 2 rebab.
Sesuai kebutuhan, instrumentasi di atas masih bisa ditambah dengan beberapa instrumen lain seperti kendang palegongan dan ceng-ceng kopyak. Demi menjaga keutuhan barungan Gong Kebyar, peserta parade tidak diperkenankan menggunakan instrumen selain yang telah disebutkan di atas.

Pengamatan
Seluruh penampilan peserta parade Gong Kebyar Dewasa akan dievaluasi oleh Tim Pengamat yang terdiri dari para pakar Seni Kebyar yang akan dipilih oleh Panitia Pesta Kesenian Bali. Pengamatan dilaksanakan sebagai evaluasi umum terhadap kualitas materi tabuh, tari, dan materi lainnya yang ditampilkan oleh setiap peserta parade.
Aspek-aspek pengamatan meliputi: keutuhan materi, penguasaan materi, kekhasan, dan penampilan.


KRITERIA
PARADE GONG KEBYAR ANAK-ANAK
Pesta Kesenian Bali XXXII Tahun 2010


A. Pendahuluan
Parade Gong Kebyar Anak-anak adalah sajian seni kekebyaran dengan format mebarung, yaitu pementasan 2 (dua) Sekaa secara bersanding, dengan menampilkan penari dan penabuh anak-anak. Dengan menampilkan materi-materi tari dan tabuh, yang meliputi karya-karya yang sudah ada maupun karya-karya ciptaan baru, parade ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kecintaan anak-anak terhadap seni kakebyaran serta membangkitkan semangat kompetitif mereka, melestarikan karya-karya seni yang telah, dan merangsang terciptanya karya-karya baru. Parade ini menampilkan 10 (sepuluh) group yang terdiri dari 9 (sembilan) wakil Kabupaten dan Kota se Bali ditambah dengan 1 (satu) group pendamping yang akan dipilih oleh Panitia Pesta Kesenian Bali.

B. Materi Parade
Setiap peserta parade Gong Kebyar Anak-anak diwajibkan untuk menampilkan 4 (empat) materi utama yang terdiri atas 2 (dua) garapan tabuh dan 2 (dua) garapan tari dengan perincian sebagai berikut.
Tabuh Pembuka (Pategak): Tabuh-tabuh instrumental yang ditampilkan sebagai sajian pembuka. Materi tabuh pategak adalah tabuh ciptaan baru, yang berupa tabuh kreasi pepanggulan, dengan durasi kurang lebih 10-12 menit.

Tari Penyambutan yang dipilih dari tari-tarian yang sudah ada seperti Pendet, Gabor, Panyembrama dengan jumlah penari antara 6 sampai 10 orang. Tata rias dan busana yang digunakan seyogyanya mengacu kepada busana asli dari masing-masing tarian.

Tari Kreasi di era 1990-an dengan jumlah penari antara 5 sampai 7 orang ( sesuai tuntutan koreografi ). Tata rias dan busana yang digunakan seyogyanya mengacu kepada busana asli dari masing-masing tarian.

4. Kreasi Dolanan atau garapan teater tari yang memadukan unsur musik (vokal dan instrumental), tari, dan drama dengan tema perdamaian. Jumlah pemain adalah 16 – 20 orang (putra-putri) dengan durasi pentas maksimal 20 menit.

Peserta dan Barungan Gamelan
Umur peserta Parade Gong Kebyar Anak-anak tidak dibatasi namun tidak diperkenankan untuk menghadirkan peserta yang sudah remaja. Para penabuh diwajibkan mengenakan seragam penabuh berupa busana adat Bali madya.
Gamelan yang dipergunakan adalah barungan Gong Kebyar lengkap yang terdiri atas: sepasang giying, dua pasang gangsa pemade, dua pasang gangsa kantil, sepasang penyacah, sepasang jublag, sepasang jegogan, satu tungguh terompong, satu tungguh reyong, satu tungguh kajar, satu tungguh kempli, satu pangkon (set) gecek (ceng-ceng susun), satu pasang gong (lanang-wadon), satu buah kempur, satu buah bebende, satu buah kemong, 4-6 suling, 1 atau 2 rebab.
Sesuai kebutuhan, instrumentasi di atas masih bisa ditambah dengan beberapa instrumen lain seperti kendang palegongan dan ceng-ceng kopyak. Demi menjaga keutuhan barungan Gong Kebyar, peserta parade tidak diperkenankan menggunakan instrumen selain yang telah disebutkan di atas.

Pengamatan
Seluruh penampilan peserta parade Gong Kebyar Anak-anak akan dievaluasi oleh Tim Pengamat yang terdiri dari para pakar Seni Kebyar yang akan dipilih oleh Panitia Pesta Kesenian Bali. Pengamatan dilaksanakan sebagai evaluasi umum terhadap kualitas materi tabuh, tari, dan materi lainnya yang ditampilkan oleh setiap peserta parade.
Aspek-aspek pengamatan meliputi: keutuhan materi, penguasaan materi, kekhasan, dan penampilan.


KRITERIA
PARADE GONG KEBYAR WANITA
PKB XXXII Tahun 2010


Dasar pemikiran
Dalam rangka menyikapi perkembangan Gong Kebyar Wanita yang demikian bergairahnya, nampaknya perlu diberikan arahan yang jelas agar keberadaannya memiliki identitas yang dapat mencirikan kewanitaannya. Hal ini perlu dilakukan agar ada sedikit perbedaan antara penampilan gong kebyar pria dan wanita.
Sehubungan dengan hal tersebut saya mencoba menawarkan sebuah kreteria yang sudah barang tentu memerlukan masukan dari kita semua. Adapun materi yang saya tawarkan adalah sebagai berikut:
Tabuh Kreasi pepanggulan / Kekebyaran yang menonjolkan ekspresi kewanitaan
Hal ini perlu dicoba untuk membuktikan bahwa gong kebyar memiliki fleksibelitas yang tinggi yang tidak selamanya keras. Dia bisa lembut tergantung bagaimana seorang komposer memahami kelembutan hati seorang wanita. Dengan durasi waktu 10-12 menit
Tari Kebyar Terompong / Kebyar Duduk
Tarian ini akan bisa memberikan sebuah tantangan kepada penabuh dan penari dalam meningkatkan kemampauan teknik individu seperti kendang, gangsa dan terompong .
Sebuah Garapan Tari Wanita Kelompok dengan mengangkat tema Pahlawan Wanita.
Hal ini nampaknya perlu dicoba agar semua pemain dan juga penabuh selaku sosok wanita mempunyai hak yang sama dengan laki-laki dengan segala kelebihan dan kekurangannya untuk ikut berpartisipasi dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali. Durasi waktu 10-12 menit.

KRITERIA PARADE
Wayang Kulit Tradisi
PESTA KESENIAN BALI XXXII TAHUN 2010


Dasar
Wayang sebagai salah satu seni pertunjukan tertua dan masih hidup hingga sekarang kiranya masih relevan untuk ditampilkan dalam era globalisasi sekarang dan menyongsong era milenium ini. Justru semakin terasa perlu ketika diketahui bahwa masalah yang paling krusial dari masyarakat modern terletak pada lemahnya ketahanan moral spiritualnya. Pergeseran dari cara hidup sosial menjadi sistem kehidupan yang semakin individualistik, perubahan mata pencaharian yang sangat cepat dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri, menyebabkan konsumerisme menjadi motif penting bagi perilaku setiap orang. Sayang, kemajuan ekonomi yang sangat pesat dan sekarang sangat menyusut sebagai dampak penurunan peningkatan kualitas moral, sehingga menimbulkan disintegrasi spiritual. Memang pemerintah berusaha mengantisipasi krisis moral ini dengan mempromosikan nilai-nilai luhur Pancasila dan agama, namun terlihat belum menampakkan hasil. Masyarakat masih memerlukan tindakan-tindakan praktis yang dapat menyusupkan nilai-nilai luhur kedalam jiwa setiap orang, sehingga nilai-nilai Pancasila yang dianut bangsa Indonesia dan nilai-nilai agama yang diyakini penganutnya tidak hanya dihafalkan, melainkan menjadi sikap dan perilakunya.
Seni pewayangan memiliki potensi yang sangat besar untuk menuntun jiwa kita kembali pada nilai-nilai luhur tersebut di atas. Hal inilah mulai disadari oleh banyak pihak sehingga muncullah kegiatan-kegiatan seni budaya seperti pekan wayang, sarasehan pewayangan, greget wayang, festival atau parade wayang. Bentuk-bentuk kegiatan seni budaya tersebut di atas, dapat dijadikan salah satu sumber acuan di dalam menerapkan pengetahuan dan konsep berkesenian secara kreatif dan inovatif serta diharapkan untuk dikomunikasikan kepada masyarakat.

Tujuan
Digelarnya Parade Wayang Tradisi adalah sebagai upaya pembinaan dan mengembangkan kemampuan serta mempraktekkan kesenian tradisi sebagai dasar pengetahuan memahami nilai-nilai moral yang dilakoni leluhur-leluhurnya. Menguasai dasar-dasar pengetahuan bidang keahlian dengan menggelar kesenian, khususnya seni pewayangan dan pedalangan, sehingga mampu menelaah dan memecahkan masalah-masalah untuk diwujudkan ke dalam praktek kehidupan sehari-hari.

Tema dan Cerita
Parade Wayang tradisi ini mengambil tema sesuai dengan tema PKB, XXXII Tahun 2010 “SUDAMALA : Mendalami Kemurnian Nurani” adapun jenis Wayang Tradisi ini dapat dipilih seperti dibawah ini antara lain :
Wayang Parwa
Wayang Ramayana
Wayang Tantri
Wayang Cupak
Wayang Calonarang
Wayang Arja
Wayang Gambuh
Dan lain-lain
Pemilihan jenis wayang tersebut diatas bebas atau disesuaikan dengan ciri khas dari masing-masing Kota/Kabupaten, sedangkan judul atau cerita diserahkan sepenuhnya kepada peserta/Dalang.

Durasi waktu 2 sampai 2,5 jam.

Pelaksanaan
Pelaksanaan Parade Wayang Kulit Tradisi ini dilaksanakan di Taman Budaya .

KRITERIA
PARADE GONG KEBYAR WANITA
PKB XXXII Tahun 2010


Dasar pemikiran
Dalam rangka menyikapi perkembangan Gong Kebyar Wanita yang demikian bergaerahnya, nampaknya perlu diberikan arahan yang jelas agar keberadaannya memiliki identitas yang dapat mencirikan kewanitaannya. Hal ini perlu dilakukan agar ada sedikit perbedaan antara penampilan gong kebyar pria dan wanita.
Sehubungan dengan hal tersebut saya mencoba menawarkan sebuah kreteria yang sudah barang tentu memerlukan masukan dari kita semua. Adapun materi yang saya tawarkan adalah sebagai berikut:
Tabuh Kreasi pepanggulan / Kekebyaran yang menonjolkan ekspresi kewanitaan
Hal ini perlu dicoba untuk membuktikan bahwa gong kebyar memiliki fleksibelitas yang tinggi yang tidak selamanya keras. Dia bisa lembut tergantung bagaimana seorang komposer memahami kelembutan hati seorang wanita. Dengan durasi waktu 10-12 menit
Tari Kebyar Terompong / Kebyar Duduk
Tarian ini akan bisa memberikan sebuah tantangan kepada penabuh dan penari dalam meningkatkan kemampauan teknik individu seperti kendang, gangsa dan trompong .
Sebuah Garapan Tari Wanita Kelompok dengan mengangkat tema Pahlawan Wanita.
Hal ini nampaknya perlu dicoba agar semua pemain dan juga penabuh selaku sosok wanita mempunyai hak yang sama dengan laki-laki dengan segala kelebihan dan kekurangannya untuk ikut berpartisipasi dalam melestarikan dan mengembangan seni budaya Bali. Durasi waktu 10-12 menit.

KRITERIA
PARADE ANGKLUNG
PESTA KESENIAN BALI XXXII Tahun 2010


MATERI ANGKLUNG
1. Tabuh Klasik Keklentangan yang merupakan ciri khas dari tabuh Angklung itu sendiri dengan durasi waktu 8-10 menit
2. Tari Penyambutan dibuat baru dengan jumlah penari 6 – 8 orang durasi 6 -8 menit, atau boleh menggunakan tari penyambutan yang sudah ada.
3. Tabuh Kreasi Baru dengan mengutamakan Instrumen Angklung murni.
durasi 8 – 10 menit
4. Tari Kreasi Bebarisan massal (berkelompok) ditarikan oleh putra atau putri dan bisa juga dicampur antara putra dan putri dewasa dengan jumlah penari 8-10 orang, yang digarap baru atau yang sudah ada sesuai dengan tema PKB XXXII Tahun 2010 durasi 10 – 12 menit.

KRITERIA
 PARADE DRAMA GONG PKB XXXII TAHUN 2010


LATAR BELAKANG
Pulau Bali mempunyi warisan kesenian yang sangat bervariasi dengan bentuk yang beraneka ragam, disamping bernilai tinggi dalam bentuk penyajiannya.
Kesenian Bali dalam bentuk penampilannya pada intinya mempunyai tiga fungsi diantaranya ; sebagai kesenian Wali, kesenian Bebali, dan kesenian Balih-balihan.
Adapun yang mempengaruhi kesenian-kesnian Bali dalam kaitan dengan fungsi tersebut di atas, tiada lain adalah letak pertumbuhan dan para pendukungnya sendiri, sehingga kesenian-kesenian Bali akan tampak jelas antara mana kesenian yang lebih bersifat formal dan mana yang lebih mengarah penampilan bentuk kemasyarakatan. Kesenian Drama Gong sendiri, merupakan hasil pengembangan dari berbagai bentuk kesenian klasik dan tradisi lainnya, yang penempatannya sebagai kesenian sosial atau masyarakat. Kesenian Drama Gong ini tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan dari masyarakat pendukung.

MATERI PENAMPILAN
a. Peserta menampilan Drama Gong yang utuh dan berbentuk tradisi
b. Struktur penampilan Drama Gong diserahkan sepenuhnya kepada peserta sesuai dengan cerita yang dibawakan.
c. Pemilihan cerita bebas dan diharapkan sesuai dengan tema PKB XXXII Tahun 2010.
d. Dalam penyajiannya diharapkan memberikan porsi yang lebih banyak terhadap nilai-nilai filosofis sehingga dapat dijadikan tuntunan oleh masyarakat atau penonton.

PESERTA DAN IRINGAN
Umur peserta tidak dibatasi namun diharapkan mampu melahirkan penari-penari yang masih tergolong remaja.
Iringan menggunakan Gong Kebyar dan disiapkan langsung oleh para peserta.

DURASI DAN PENAMPILAN
Seluruh penampilan peserta akan dijadwalkan pada program PKB XXXII tahun 2010
Setiap penampilan akan diprogramkan 1 penampilan (peserta) dan jadwal penampilan di tentukan oleh panitia PKB XXXII Tahun 2010
Tempat penampilan di tentukan oleh panitia PKB XXXII Tahun 2010
Durasi setiap penampilan peserta di tetapkan 1.5 jam
Gambelan akan disiapakan oleh Panitia

RANCANGAN PAWAI
PEMBUKAAN PKB XXXI TAHUN 2009


Sub Tema Pawai : ”Bhawacakra” (Roda Kelahiran), maka materi akan disesuaikan untuk mengusung tema tersebut.

IDE GARAPAN
Mengacu pada sub/tema pawai yaitu ”Bhawacakra” yang berarti Roda Kelahiran, maka secara umum pawai digarap dengan memaknai kelahiran dan kehidupan sebagai sebuah mata rantai yang harus diakui oleh manusia dalam menuju keharmonisan. Bagaimana manusia menjalankan sirkulasi kehidupan dari masa anak-anak, masa remaja dan masa tua menjadi manusia begitu penuh dengan aktivitas dengan berbagai suka dan dukanya.
Beranalogi dari hal tersebut di atas, pada pawai Pesta Kesenian Bali XXXI Tahun 2009, akan ditampilkan refleksi realitas roda kelahiran dan media ungkap seni pertunjukan, kemudian dikemas dalam bentuk pawai budaya. Secara umum struktur sajian pawai akan dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
Bagian yang mengusung visualisasi kehidupan masa anak-anak. Berbagai aktivitas mulai dari serangkaian upacara kelahiran, permainan tradisionil, dan masa menuntut ilmu.
Bagian yang mengusung visualisasi masa remaja. Bagian ini divisualkan dengan menampilkan berbagai jenis kegiatan masa remaja seperti percintaan, kompetisi, unjuk prestasi, dan pernikahan.
Bagian yang mengusung visualisasi kehidupan masa tua. Aktualisasi kehidupan masa tua penuh dengan pencarian makna dan hakekat hidup.
Kegiatan-kegiatan spiruitual dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan dengan ”Hakekat yang tertinggi” mewarnai aktivitas masa tua.

Materi Umum.
1. ISI Denpasar dengan Adi Merdangga, diganti dengan penafsiran ”Bhawacakra” dan Kober-Kober Nawa Sanga”.
2. Barisan prosesi masing-masing Kabupaten/Kota dengan kreteria sebagai berikut:
- Barisan I, menampilkan satu kelompok garapan ritual kelahiran misalnya ; upacara Nelu Bulanin, Otonan, atau Upacara kelahiran yang dimiliki oleh masing-masing Kabupaten/Kota (peserta 15-20 orang). Satu kelompok permainan anak-anak tradisonal khas Kabupaten/Kota (30-40 orang). Satu kelompok kegiatan pendidikan sisya/guru (peserta 20-30 orang). Dan pada akhir barisan ini di iringi dengan sebuah musik prosesi yang disesuikan dengan potensi Kabupaten/Kota.
- Barisan II, menampilkan pakaian tardisionil (Payas Agung) khas daerah (laki/perempuan) dengan jumlah peserta 20 pasang. Kelompok garapan tari bertemakan percintaan atau ketangkasan atau kompotensi sesuai dengan pitensi Kabupaten/Kota (peserta 30-40 orang). Kelompok garapan prosesi upacara perkawinan khas Kabupaten/Kota (peserta 40-50 orang). Akhir dari barisan ini diakhiri dengan musik prosesi yang disesuaikan dengan potensi Kabupaten/Kota.
- Barisan III, menampilkan garapan kolosal bertemakan prosesi ritual yang mengkolaborasikan unsur musik, tari, theater, dengan sifat atraktif, dan semarak. Diusahakan dengan penambahan berbagai property dan dukungan multimedia termasuk mobil hias memang jika diperlukan. Dalam garapan ini menyertai gebogan kreasi dan pasukan tedung yang digarap sesuai dengan potensi kreativitas masing-masing Kabupaten/Kota. Jumlah personil garapan ini 100-150 orang termasuk musik iringannya.
3. Bentuk penyajiannya, atraksi berjalan secara kontinyu tanpa display.

Informasi Umum.
- Pawai Pesta Kesenian Bali akan mengambil tempat start disebelah utara Pura Jagat Natha dan berakhir didepan Banjar Bengkel Denpasar.
- Tidak ada upacara seremonial sebelum Pawai (hanya ada pelepasan), karena acara Pembukaan Pesta Kesenian Bali akan dilaksanakan pada malam hari di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Denpasar.
- Pawai direncanakan dimulai pada pukul 15.00 wita, dan diharapkan selesai maksimal pada pukul 17.30 wita.
- Panggung kehormatan ada di tiga tempat yaitu di Banjar Kayu Mas (Pejabat Pusat, Gubernur, Bupati/Walikota se-Bali), di Banjar Kelandis Denpasar (Seniman, Budayawan) dan di Banjar Kedaton (Wakil Gubernur, Wakil Bupati, Pejabat PEMDA Bali, DPRD Bali).
- Narasi dibawakan oleh Staf Biro Humas dan Protokol Pemda Prov. Bali, masing-masing di panggung 1, 2, dan panggung 3.

 

KRITERIA LOMBA NYASTRA
PESTA KESENIAN BALI XXXII TAHUN 2010


I. MACECIMPEDAN TINGKAT SD
A. Persyaratan Peserta:
1. 2 orang siswa SD putra atau putri sebagai wakil kabupaten /kota.
2. Pendaftaran peserta melalui Pemda Kabupaten/Kota atau Kantor Diknas Kabupaten/Kota dengan membawa fotokopi rapor. Bagi peserta yang tidak menunjukkan identitas diri pada saat pendaftaran tidak diperkenankan mengikuti lomba.
3. Peserta yang sudah pernah mendapat juara I Macecimpedan pada Pesta Kesenian Bali sebelumnya tidak diperkenankan ikut lagi.
4. Semua peserta berpakaian adat Bali.
5. Pelaksanaan Lomba:
a. Hari, tanggal :
b. W a k t u : pkl. 10.00 Wita—selesai
c. T e m p a t : Kalangan Ayodya
6. Peserta diharapkan hadir di tempat lomba 30 menit sebelum lomba dimulai.
7. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.


B. Materi:
1. Cecimpedan harus berbau tradisional, tidak boleh memakai cecimpedan yang mengacu pada jawaban yang berbau modern. Misalnya: apake capung makeber ngaba anak liu? Jawabannya: helikopter. Apa ke lawat abesik ngenah dini ngenah ditu sibarengan? Jawabannya: televisi.
2. Arti cecimpedan harus yang sudah lumrah dan asli, tidak boleh akal-akalan. Jika membuat cecimpedan, cecimpedan itu harus tetap memenuhi konvensi cecimpedan itu sendiri, tidak menggunakan kalimat panjang-panjang. Cecimpedan yang dibuat dengan kalimat panjang-panjang akan didiskualifikasi oleh Juri dan nilai akan diberikan kepada lawan.
3. Tidak boleh mengajukan pertanyaan yang bukan cecimpedan, misalnya raos ngempelin, sesonggan, dan lain-lain.
4. Peserta harus menyiapkan sendiri cecimpedan sebanyak-banyaknya untuk mengantisipasi cecimpedan sama atau sudah ditanyakan lawan dan untuk persiapan maju ke babak berikutnya.

C. Aturan Main:
1. Penampilan ditentukan berdasarkan nomor undian.
2. Regu akan diadu melawan regu lain dengan sistem gugur.
3. Pertanyaan pertama akan diajukan oleh regu yang menang masut.
4. Pertanyaan pertama masing-masing regu harus dibuat dalam bentuk pupuh (pucung atau mas kumambang, atau ginada)
5. Setiap regu berhak mengajukan 5 (lima) cecimpedan kepada lawannya. Satu pertanyaan bernilai satu poin.
6. Bila pertanyaan tidak mampu dijawab oleh lawan, penanya harus menyampaikan jawaban pertanyaan tersebut. Jika penanya tidak mampu menjawab pertanyaannya sendiri dengan benar, maka nilai diberikan kepada lawan.
7. Bila pertanyaan yang diajukan bukan jenis cecimpedan menurut juri, maka poin diberikan kepada lawan.
8. Bila skor nilai di akhir pertandingan sama (drow), maka kedua regu diberikan hak mengajukan satu cecimpedan lagi. Untuk dapat menentukan penanya pertama, kedua regu mengadakan undian (masut). Regu yang menang masut berhak menjadi penanya pertama dan penanya kedua adalah regu yang kalah masut.
9. Durasi waktu menjawab pertanyaan maksimal 1 (satu) menit ditandai dengan bel. Jika pada batas waktu tersebut pertanyaan tidak bisa dijawab, poin secara otomatis diberikan kepada penanya.

D. Kejuaraan dan Hadiah:
1. Pemenang I dan II adalah regu yang maju ke babak final. Regu yang kalah di babak semifinal, akan diadu untuk menentukan Juara III.
2. Bagi para pemenang lomba disediakan hadiah dan piagam yang akan diserahkan pada saat Upacara Penutupan Pesta Kesenian Bali XXXII TAHUN 2010
3. Kejuaraan terdiri atas:
Juara I, II, dan III

II. MASATUA BALI TINGKAT SD
A. Persyaratan Peserta
1. Seorang siswa SD putra dan seorang siswa SD putri sebagai wakil kabupaten/ kota.
2. Pendaftaran peserta melalui Pemda Kabupaten/Kota atau Kantor Diknas Kabupaten/Kota dengan membawa fotokopi rapor. Bagi peserta yang tidak menunjukkan identitas diri pada saat pendaftaran tidak diperkenankan mengikuti lomba.
3. Peserta yang sudah pernah mendapat juara I Masatua Bali pada Pesta Kesenian Bali sebelumnya tidak diperkenankan ikut lagi.
4. Semua peserta berpakaian adat Bali.
5. Pelaksanaan Lomba:
a. Hari, tanggal :
b. W a k t u : pkl. 10.00 Wita—selesai
c. T e m p a t : Kalangan Angsoka
6. Peserta diharapkan hadir di tempat lomba 30 menit sebelum lomba dimulai.
7. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

B. Materi
1. Setiap peserta diwajibkan membawakan sebuah dongeng (satua) dengan menggunakan bahasa Bali tanpa teks.
2. Judul dongeng (satua) yang dibawakan peserta dipilih sendiri oleh peserta diambil dari dongeng-dongeng yang hidup dan berkembang di daerah peserta masing-masing.
3. Durasi waktu mendongeng untuk masing-masing peserta adalah 10—15 menit
4. Naskah/sinopsis satua diserahkan kepada Tim Juri pada saat lomba dimulai.

C. Kriteria Penilaian:
1. Keutuhan dongeng (satua)
2. Vokal (kekuatan/ketepatan ucapan, variasi bunyi, nada)
3. Kemampuan bercerita (penampilan, penguasaan ruang, narasi, karakter)
4. Penghayatan (Ekspresi, mimik, gerak)
5. Bahasa (anggah-ungguhing basa, kalengutan basa)

D. Kejuaraan dan Hadiah:
1. Bagi para pemenang lomba disediakan hadiah dan piagam yang akan diserahkan pada saat Upacara Penutupan Pesta Kesenian Bali XXXII TAHUN 2010

2. Kejuaraan terdiri atas:
a. Juara I, II, dan III untuk Putra
b. Juara I, II, dan III untuk Putri

III. MENULIS AKSARA BALI TINGKAT SMP
A. Persyaratan Peserta
1. Seorang siswa SMP putra dan seorang siswa SMP putri sebagai wakil kabupaten/kota.
2. Pendaftaran peserta melalui Pemda Kabupaten/Kota atau Kantor Diknas Kabupaten/Kota dengan membawa fotokopi rapor. Bagi peserta yang tidak menunjukkan identitas diri pada saat pendaftaran tidak diperkenankan mengikuti lomba.
3. Peserta yang sudah pernah mendapat juara I lomba Nyurat Aksara Bali pada Pesta Kesenian Bali sebelumnya tidak diperkenankan ikut lagi.
4. Semua peserta berpakaian adat Bali.
5. Pelaksanaan Lomba:
a. Hari, tanggal :
b. W a k t u : pkl. 10.00 Wita—selesai
c. T e m p a t : Wantilan
6. Peserta diharapkan hadir di tempat lomba 30 menit sebelum lomba dimulai.
7. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

B. Materi:
1. Alih Aksara (nedun) teks berbahasa Bali berhuruf Latin ke dalam huruf/aksara Bali di atas daun lontar.
2. Naskah ditentukan/disusun oleh panitia.
3. Perlengkapan alat tulis (pangrupak), alas tulis (galeng dan dulang), dan penghitam tulisan dari bahan tradisional (misalnya kemiri atau buah nagasari dibakar) disiapkan oleh peserta
4. Lontar disiapkan oleh panitia sebanyak 5 lembar untuk setiap peserta lomba
5. Waktu: 2 jam

C. Penilaian:
1. Bentuk dan komposisi tulisan (wangun, tetuek, kakuub).
2. Ketepatan ejaan (pasang aksara)
3. Kerapian dan kebersihan tulisan
4. Cara/sikap menulis (tetikasan)
5. Ketuntasan

D. Kejuaraan dan Hadiah:
1. Bagi para pemenang lomba disediakan hadiah dan piagam yang akan diserahkan pada saat Upacara Penutupan Pesta Kesenian Bali XXXII TAHUN 2010
2. Kejuaraan terdiri atas:
a. Juara I, II, dan III untuk Putra
b. Juara I, II, dan III untuk Putri

IV. LOMBA PIDATO BERBAHASA BALI TINGKAT SMP
A. Persyaratan Peserta
1. Seorang siswa SMP putra dan seorang siswa SMP putri sebagai wakil kabupaten/kota.
2. Pendaftaran peserta melalui Pemda Kabupaten/Kota atau Kantor Diknas Kabupaten/Kota dengan membawa fotokopi rapor. Bagi peserta yang tidak menunjukkan identitas diri pada saat pendaftaran tidak diperkenankan mengikuti lomba.
3. Peserta yang sudah pernah mendapat juara I lomba Lomba Pidato Berbahasa Bali pada Pesta Kesenian Bali sebelumnya tidak diperkenankan ikut lagi
4. Semua peserta berpakaian adat Bali.
5. Pelaksanaan Lomba:
a. Hari, tanggal :
b. W a k t u : pkl. 10.00 Wita—selesai
c. T e m p a t : Kalangan Ratna Kanda
6. Peserta diharapkan hadir di tempat lomba 30 menit sebelum lomba dimulai.
7. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

B. Materi:
1. Tema pidato tentang “Pesta Kesenian Bali”.
2. Naskah pidato disusun oleh peserta dengan menggunakan bahasa Bali Alus, diketik 1,5 spasi, maksimal 7 halaman A4, dan diserahkan kepada tim juri sebelum lomba dimulai.
3. Waktu penyajian pidato untuk masing-masing peserta adalah 10—12 menit

C. Kriteria Penilaian:
1. Penampilan
2. Pengolahan tema
3. Penguasaan materi
4. Bahasa
5. Amanat


D. Kejuaraan dan Hadiah:
1. Bagi para pemenang lomba disediakan hadiah dan piagam yang akan diserahkan pada saat Upacara Penutupan Pesta Kesenian Bali XXXII TAHUN 2010
2. Kejuaraan terdiri atas:
a. Juara I, II, dan III untuk Putra
b. Juara I, II, dan III untuk Putri

V. LOMBA MENGARANG CERPEN BALI MODERN
A. Persyaratan Peserta
1. Peserta lomba adalah siswa SMA/SMK, Mahasiswa, Umum (umur 15—21 tahun)
2. Setiap kabupaten/kota diwakili oleh 2 orang peserta (1 putra dan 1 putri) dengan menyertakan fotokopi rapor/kartu mahasiswa/KTP yang masih berlaku pada naskah cerpen yang dikirim kepada Panitia Lomba Nyastra. Bagi peserta yang tidak menunjukkan identitas diri pada naskah cerpennya akan didiskualifikasi.
3. Naskah cerpen dikirim kepada Panitia Lomba Nyastra paling lambat ... (seminggu sebelum jadwal Lomba Nyastra Pesta Kesenian Bali XXXII Tahun 2010).
4. Naskah cerpen yang telah diserahkan kepada panitia menjadi milik Panitia Lomba Nyastra.
5. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

B. Materi:
1. Tema cerpen bebas
2. Naskah cerpen diketik 1,5 spasi, dengan font Times New Roman, size 12, maksimal 7 halaman kertas A4
3. Naskah cerpen harus dijilid rapi

C. Kriteria Penilaian:
a. Keaslian karya
b. Keunikan tema
c. Keutuhan cerita
d. Keindahan (kalengutan) bahasa
e. Anggah-ungguhing basa

D. Kejuaraan dan Hadiah:
1. Bagi para pemenang lomba disediakan hadiah dan piagam yang akan diserahkan pada saat Upacara Penutupan Pesta Kesenian Bali XXXII TAHUN 2010
2. Kejuaraan terdiri atas:
a. Juara I, II, dan III untuk Putra
b. Juara I, II, dan III untuk Putri


VI. MEMBUAT PRASI
A. Persyaratan Peserta
1. Seorang peserta dewasa putra dan seorang peserta dewasa putri (umur 21—50 th) sebagai wakil kabupaten/kota.
2. Pendaftaran peserta melalui Pemda Kabupaten/Kota dengan membawa fotokopi KTP yang masih berlaku. Bagi peserta yang tidak menunjukkan identitas diri pada saat pendaftaran tidak diperkenankan mengikuti lomba.
3. Peserta yang sudah pernah mendapat juara I lomba prasi pada Pesta Kesenian Bali sebelumnya tidak diperkenankan ikut lagi.
4. Semua peserta berpakaian adat Bali.
5. Pelaksanaan Lomba:
a. Hari, tanggal :
b. W a k t u : pkl. 10.00 Wita—selesai
c. T e m p a t : Wantilan
6. Peserta diharapkan hadir di tempat lomba 30 menit sebelum lomba dimulai.
7. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

B. Materi:
1. Membuat prasi biasa dengan lakon cerita Sudamala di atas daun lontar sebanyak satu lembar.
2. Peserta diberikan kebebasan dalam memilih episode cerita, memberi judul prasinya, dan memberi komentar. Akan tetapi, penulisan judul dan komentar dalam prasi wajib menggunakan bahasa Bali dan huruf Bali.
3. Perlengkapan alat tulis (pangrupak), alas tulis (galeng, dulang), dan pewarna gambar disiapkan oleh peserta
4. Lontar disiapkan oleh panitia sebanyak 5 lembar untuk setiap peserta lomba
5. Waktu: 2 jam


C. Kriteria Penilaian:
1. Komposisi gambar (bentuk dan warna)
2. Kreativitas
3. Kerapian dan kebersihan karya
4. Keindahan bahasa dan ketepatan ejaan (pasang aksara Bali) dalam komentar prasi

D. Kejuaraan dan Hadiah:
1. Bagi para pemenang lomba disediakan hadiah dan piagam yang akan diserahkan pada saat Upacara Penutupan Pesta Kesenian Bali XXXII TAHUN 2010
2. Kejuaraan terdiri atas:
a. Juara I, II, dan III untuk Putra
b. Juara I, II, dan III untuk Putri


Sinopsis Kisah Sudamala
Dewi Uma hidup dalam wujud makhluk jahat bernama Ra Nini tinggal di kuburan Gandamayu. Ia dikutuk oleh Bhatara Guru karena dianggap kurang setia dan harus menebus dosanya selama duabelas tahun. Ia akan dibebaskan oleh Bhatara Guru yang menjelma dalam diri Sahadewa.
Dua penghuni sorga lainnya, yaitu Citrasena dan Citranggada juga dikutuk karena perbuatannya yang kurang hormat kepada Bhatara Guru menjadi raksasa Kalantaka dan Kalanjaya. Kedua raksasa ini mengabdi kepada Korawa. Pandawa berperang melawan kedua raksasa sakti itu.
Kunti merasa cemas akan nasib putra-putranya. Untuk itu, Kunti minta bantuan kepada Ra Nini untuk dapat membunuh raksasa Kalantaka dan Kalanjaya. Ra Nini menyetujui permohonan Kunti dengan syarat Kunti menyerahkan Sahadewa kepada Ra Nini. Persyaratan Ra Nini ditolak hingga dua kali oleh Kunti. Namun, akhirnya Kalika berhasil merasuk ke dalam diri Kunti dan dalam keadaan seperti itu, Kalika berhasil memperdaya Kunti sehingga ia mengajak Sahadewa ke kuburan Gandamayu. Sahadewa diikat di pohon randu. Bermacam-macam makhluk jahat menakut-nakuti Sahadewa.
Ra Nini menampakkan wujud yang sangat mengerikan dan meminta kepada Sahadewa untuk meruwat dirinya. Sahadewa menolak karena ia tidak merasa memiliki kemampuan untuk itu. Namun, Ra Nini tetap mendesak bahkan menjadi sangat marah kepada Sahadewa dan nyaris membunuh Sahadewa. Bhatara Guru mendengar berita itu dari Bagawan Narada. Bhatara Guru segera datang membantu Sahadewa. Bhatara Guru merasuki tubuh Sahadewa sehingga Sahadewa memiliki kekuatan untuk meruwat Ra Nini. Dengan memusatkan batin, merapalkan mantra, mempersembahkan bunga, dan percikan air suci Sahadewa berhasil meruwat Ra Nini sehingga kembali ke wujud semula menjadi Dewi Uma. Sebagai imbalan, Dewi Uma memberi gelar kepada Sahadewa sebagai Sudamala ‘yang membersihkan segala noda dan kejahatan’.
Kalika juga memohon kepada Sahadewa untuk meruwat dirinya. Namun, Sahadewa menolak permintaan Kalika dan malahan menyuruh Kalika tetap tinggal di kuburan Gandamayu sampai habis masa penebusan dosa-dosanya.
Setelah bergelar Sudamala, Sahadewa disuruh menyembuhkan Bagawan Tambapetra di Prangalas dari kebutaan oleh Dewi Uma. Karena itu, Sahadewa datang ke Prangalas. Sahadewa berhasil menyembuhkan kebutaan Bagawan Tambapetra. Sahadewa menikah dengan kedua putri Bagawan Tambapetra yang bernama Padapa dan Soka.
Bersamaan dengan itu, Nakula datang ke kuburan Gandamayu untuk mengikuti Sahadewa. Setelah diberi tahu oleh Kalika bahwa Sahadewa telah pergi ke Prangalas, Nakula pun datang ke Prangalas. Setiba di Prangalas, Sahadewa memberikan Soka kepada Nakula sebagai istri.
Selanjutnya, Sahadewa berperang dengan raksasa Kalantaka dan Kalanjaya. Kedua raksasa itu berhasil dikalahkan Sahadewa. Kalantaka dan Kalanjaya berubah wujud kembali menjadi gandarwa Citrasena dan Citanggada. Demikian pula semua makhluk surgawi yang sebelumnya menjelma menjadi makhluk jahat kembali ke wujud semula.

VII. TIM JURI LOMBA NYASTRA:

KETUA : Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum.
ANGGOTA :

I. Juri Lomba Mengarang Cerpen Bali Modern:
Drs. Ida Bagus Dharmasuta
Drs. I Ketut Mandala Putra, M.Hum.
Drs. I Ketut Sudewa, M.Hum.

II. Juri Masatua Bali:
Drs. I Made Taro
Drs. Ida Bagus Rai Putra, M.Hum.
Dra. Ni Made Suarningsih, M.Si.

III. Juri Pidato Berbahasa Bali:
Drs. I Wayan Suteja
Drs. I Nyoman Putra Suarjana, M.Si.
Dr. I Nyoman Suwija, M.Hum.

IV. Juri Menulis Aksara Bali:
Drs. I Nyoman Sujana, M.Si.
Drs. I Gede Nala Antara, M.Hum.
Ir. I Made Suatjana

V. Juri Macecimpedan:
Drs. I Ketut Jirnaya, M.S.
Drs. I Wayan Sugita, M.Si.
Drs. I Wayan Djapa

VI. Juri Prasi
Drs. I Nengah Medera, M.Hum.
Drs. I Ketut Murdana, M.Si.
Ida Bagus Sudiksa


KRITERIA
LOMBA FILM DOKUMENTAR BALI 2010
BUDAYA BALI, PELESTARIAN DAN PENGEMBANGANNYA



I. PENDAHULUAN
Pada gerak kebudayaan yang berderap mengiringi perjalanan waktu, selalu terjadi pergeseran dan perubahan. Bangsa yang besar selalu belajar dari setiap perubahan yang terjadi, melalui berbagai bentuk catatan dan dokumentasi.
Banyak cara untuk membuat dokumentasi budaya, satu diantaranya dengan menyelenggarakan lomba film dokumenter bertema budaya. Lomba tersebut, mendorong lahirnya dokumentasi-dokumentasi bermutu mengenai kebudayaan dan peristiwa budaya, yang pada gilirannya akan berguna bagi generasi mendatang sebagai referensi bergerak ke masa depan.
Berdasarkan semangat di atas, kegiatan Lomba Film Dokumenter Bali 2010 pelaksanaannya dikaitkan dengan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali ke XXXII tahun 2010.

II. TUJUAN
• Melibatkan masyarakat untuk mendokumentasikan dan mempromosikan budaya Bali.
• Melibatkan masyarakat untuk turut menggali informasi mengenai budaya Bali yang belum terdokumentasikan.
• Menyerap pandangan dan gagasan masyarakat tentang strategi pengembangan kebudayaan Bali.

III. TEKNIS PENYELENGGARAAN
Pra Lomba
Untuk mengarahkan lomba agar menghasilkan karya-karya yang berkualitas, Lomba Film Dokumenter Bali 2010 ini di dahului dengan kegiatan workshop atau pelatihan singkat meliputi:
• Teknik Riset dan pembuatan skrip/narasi,
• Teknik pengambilan gambar,
• Teknik penyuntingan,
Workshop akan dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2010 bertempat di Taman Budaya Denpasar.
Lomba
• Pengumpulan Karya,
• Penjurian (I),
• Penayangan,
• Pengumuman pemenang,

IV. TEMA LOMBA
Lomba Film Dokumenter Bali 2010 ini mengusung tema:
“Budaya Bali, Pelestarian dan Pengembangannya”
Rekaman pada karya menggambarkan upaya penggalian, pelestarian dan pengembangan budaya Bali menyangkut kesenian (Seni rupa, tari, karawitan, sastra), Kriya dan kearipan lokal (organisasi, pola asuh dan pewarisan nilai, penyelesaian konflik, kehidupan sosial, dan lain-lain).
Karya berdurasi antara 15 hingga 30 menit.

V. MEREKA YANG TERLIBAT

Peserta:
• Pemerintah Kabupaten/Kota seluruh Bali.
• Masyarakat umum.

Instruktur Workshop
• Sineas/akademisi (penulis skrip, Teknik pengambilan gambar, penyuntingan)

Juri
• Sineas/akademisi
• Pemerhati sinema

VI. WAKTU PELAKSANAAN

• Workshop/pelatihan : Maret 2010
• Pembuatan karya : Maret 2010
• Pengumpulan karya : Mei 2010 (Minggu ke 2)
• Penjurian : Juni 2010
• Pemutaran di PKB : Pekan ke 4 Juni 2010
• Pengumuman Juara : Juli 2010

VII. PUBLIKASI

Untuk menggaungkan semangat program ini langkah publikasi yang ditempuh adalah sebagai berikut:
• Penyebaran tulisan mengenai workshop/lomba melalui media lokal, jika mungkin melalui internet (Blog, Face Book, Miling List, Yahoo Groups).
• Promosi melalui stasiun-stasiun radio FM.

Strategi penyebaran isu dan waktu publikasi, dirancang lebih detail dalam rumusan tersendiri.


VIII. KETENTUAN GLOBAL LOMBA

• Peserta adalah Warga Negara Indonesia.
• Karya berupa film Dokumenter berdurasi 15 hingga 30 menit, tanpa disertai potongan jeda untuk iklan.
• Karya tidak berupa profil lembaga/perusahaan, iklan layanan masyarakat, trailer film dan video musik.
• Karya tidak melanggar Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Pelanggaran dan gugatan menyangkut HAKI terhadap karya, di luar tanggung jawab Panitia.
• Format karya dalam bentuk DVD Video Pal/ mini DV Pal.
• HAKI karya yang disertakan dalam lombai ini tetap pada peserta.
• Panitia berhak menggunakan semua karya peserta sebagai ‘arsip’ untuk keperluan pelestarian dan pembinaan kebudayaan di Bali. Penayangan di stasiun televisI oleh Panitia harus seizin Pemilik HAK
• Karya peserta diterima Panitia paling lambat 31 Mei 2010.

IX. KETENTUAN KHUSUS LOMBA

Umum
• Biaya produksi ditanggung oleh peserta
• Hak atas kekayaan intelektual dimiliki oleh peserta

Kabupaten/Kota se Bali:
• Karyawan/Profesional yang ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.
• Biaya produksi ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.
• Hak atas kekayaan intelektual dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.

X. KELENGKAPAN PESERTA

• Mengisi formulir Pendaftaran
• Karya Materi Film:
- Preview Copy dalam bentuk DVD Video Pal sebanyak tiga copy yang akan digunakan dalam penjurian tahap awal.
- Screening Copy dalam bentuk DVD Video Pal atau Mini DV Pal (Master Quality) yang akan diproyeksikan ke layar lebar untuk keperluan penjurian dan pemutaran saat festival.
• Foto potongan adegan film berbentuk file digital dengan ukuran resolusi 33dpi format jpg dalam CD terpisah untuk keperluan cetak catalog.
• Sinopsis film dalam bahasa Indonesia, maksimal setengah halaman A4.
• Fotocopy tanda pengenal.
• Daftar nama-nama kru (credit title).
• Semua kelengkapan pendaftaran dikemas dalam satu amplop tertutup dan dikirim ke skretariat panitia dengan alamat:


Panitia Lomba Film Dokumenter Bali 2010
Dinas Kebudayaan Provinsi Bali
Jalan Ir. Juanda No 1 Niti Mandala Denpasar 80235.
Fax. 0361 – 245297 dan 0361 - 264474

 

RANCANGAN PAWAI DAN PEMBUKAAN

PESTA KESENIAN BALI XXXII TAHUN 2010


  1. SUB TEMA PAWAI : ” Bhuana Kreti” ( Penyucian Alam Semesta)
  2. IDE GARAPAN :

Sesuai dengan sub tema pawai yaitu Bhuana Kreti berarti penyucian semesta, materi PKB XXXII Tahun 2010 mengacu pada tema tersebut. Tema ini sangat universal, selain mengandung makna filosofis juga telah menyiratkan nuansa perhelatan seni budaya. Dengan tema ini materi pawai dapat diaktualkan dengan beragam aktivitas budaya seperti ; prosesi ritual, gelar seni pertunjukan, gelar seni rupa, seperti lazimnya yang dilakukan di Bali. Bentuk kongkretnya disesuaikan dengan tradisi masing-masing Kabupaten/Kota, namun semua aktivitas budaya tersebut merupakan satu kesatuan untuk mendukung sub tema pawai. 

  1. MATERI PAWAI
  1. Tanda pembukaan pawai dengan Penancapan Kayonan oleh Bapak Gubernur Bali, kemudian direspon dengan peniupan 30 Sungu
  2. Adi Merdangga dan Tari Siwa Nataraja ( 150 - 200 orang ) oleh SMK 3 Sukawati.
  3. Pasukan Tedung Agung, Bandrangan (50), Kober (50), Gebogan (50), Lambang Pemda Bali dan Branding Bali oleh Institut Hindu Dharma Negeri Bali ( IHDN) Denpasar.
  4. Barisan prosesi masing-masing Kabupaten/Kota sebagai berikut :

-       Barisan 1, identitas terdiri dari papan nama, barisan teruna teruni dengan busana adat khas daerah diakhiri dengan lambang kabupaten/kota. Barisan ini diiringi musik khas kabupaten, peserta 30-50 orang.

-       Barisan 2, menampilkan satu kelompok garapan ritual, penyucian semesta misalnya Mecaru/ Melabu Gentuh, atau yang lain sesuai tradisi daerah masing-masing ( 30-50 orang). Kelompok Baris Upacara/Tari ritual lainya (30-50 orang). Satu kelompok musik ”Ketug Bumi” yang digarap dengan alat-alat non gambelan; Okokan, Kepwakan, Kentongan, Sungu atau apa saja sesuai tradisi daerah masing-masing ( 30-50 orang ).

-       Barisan 3, menampilkan kelompok barisan bertemakan keceriaan Muda Mudi ( 30-50 orang, termasuk iringan ). Satu kelompok atraksi ketangkasan / akrobatik seperti Gebug Ende, Perang Pandan, Matebekan dan lain-lain sesuai tradisi masing-masing (30-50 orang termasuk iringan ).

-       Barisan 4, menampilkan garapan ogoh-ogoh bertemakan Bhuta Kala. Jumlah personil garapan 75-100 orang termasuk tukang tegen dan musik iringannya.

  1. Bentuk penyajiannya, atraksi berjalan dengan disply maksimal 3 menit pada setiap panggung kehormatan.
  2. Urutan kontingen Pawai dari masing-masing Kabupaten/kota dan simpatisan luar daerah adalah - 
  • Adi Merdangga ( ISI Denpasar )
  • Kabupaten Karangasem ( Upacara Mecaru )
  • Kabupaten Jembrana ( Iringan Nyuun Banten )
  • Kabupaten Buleleng ( Upacara Mesegeh )
  • Kabupaten Badung ( Upacara Eka Sata )
  • Kabupaten Klungkung ( Upacara Panca Sata )
  • Kabupaten Gianyar ( Upacara Rsi Gna )
  • Kabupaten Bangli ( Upacara Manca Kelud )
  • Kabupaten Tabanan ( Upacara Labuh Gentuh )
  • Kota Denpasar ( Upacara Tawur Agung )
  • Drum Band ( UNUD )
  • Malang
  • Kabupaten Lingga, Kep. Riau
  • Jawa Timur
  • Lombok
  • Perwakilan Kalimantan Barat
  • Gorontalo
  • Tanjung Pinang, Kep. Riau
  • Jakarta Barat
  • Jawa Tengah
  • Maluku
  • Baleganjur dengan Computer ( STIKOM ) 
  1. INFORMASI UMUM

-       Pawai Pesta Kesenian Bali akan mengambil tempat start di depan Gedung Jaya Saba Denpasar dan berakhir di depan Banjar Bengkel  Denpasar/ Art Centre.

-       Tidak ada upacara Seremonial sebelum pawai  ( hanya ada pelepasan ), karena acara Pembukaan Pesta Kesenian Bali akan dilaksanakan pada malam hari di panggung terbuka Ardha Candra Denpasar.

-       Pawai direncanakan dimulai pada pukul 15;00 wita, dan diharapkan selesai pada pukul 18;00 wita.

-       Panggung Kehormatan ada di 2 tempat yaitu Jaya Sabha  ( Pejabat Pusat, Gubernur, , Bupati, / Wali Kota se-Bali), di Banjar Kedaton Denpasar Timur ( Wakil Gubernur, Wakil Bupati/Wali Kota se-Bali, seniman, Budayawan, Konsulat ).

Pelepasan pawai dan Pembukaan PKB XXXII tahun 2010

            Sesuai dengan keputusan rapat Pleno Panitia Pawai pada tanggal 19 Mei 2010 bahwa untuk pelaksanaan Pawai PKB XXXII Tahun 2010 akan di lepas di depan Gedung Jaya Sabha Rumah Jabatan Gubernur menuju sepanjang Jalan Surapati - Hayam Wuruk dan berakhir di Banjar Bengkel. Adapun pelepasan Pawai kami rencanakan  ditandai dengan penancapan kayonan oleh Bapak Gubernur Bali kemudian disambut Gambelan Baleganjur.

            Panggung kehormatan akan disiapkan di dua titik yaitu di depan Jaya Sabha menghadap ke utara dan Banjar Kedaton, dengan kapasitas untuk panggung I sebanyak  250   undangan dan Panggung II 350  undangan.

            Acara Pembukaan PKB XXXII Tahun 2010  yang direncanakan  dibuka oleh Bapak Presiden Republik Indonesia bertempat di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Denpasar  pada tanggal 12 Juni 2010 dan dimulai pada Pkl. 20.00 Wita diawali dengan tari penyambutan.

            Adapun tari penyambutan yang kami rencanakan dalam acara pembukaan tersebut adalah tari Puspa Wresti. Dimana tarian ini ditarikan oleh penari putra dan putri  yang  akan ditarikan oleh  anak-anak didik dari Sekolah Luar Biasa (SLB) ditambah dengan beberapa orang penari ISI Denpasar.   

            Setelah tari Penyambutan akan dilanjutkan dengan Pementasan Sendratari oleh Tim Sendratari Pemda Provinsi Bali garapan ISI Denpasar dengan  judul “Anggada Duta’ durasi waktu dari mulai tari penyambutan sampai selesai 1 jam 30 menit.

SUSUNAN ACARA PEMBUKAAN PKB XXXII TAHUN 2010

1. TARI PUSPANJALI OLEH SISWI SLB ( SEKOLAH LUAR BIASA ) JIMBARAN

2. LAPORAN GUBERNUR BALI

3. SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SEKALIGUS MEMBUKA ACARA ( Pemukulan Kentongan )

4.. PAGELARAN SENDRATARI " ANGGADA DUTA "

 

 

 

 

 

 

 

 

Bali Culture Government Info

Newsletter

Recent Photos

BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
UKIRAN GADING KOLEKSI TAMAN BUDAYA/IVORY CLIMBING, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
UKIRAN GADING KOLEKSI TAMAN BUDAYA/IVORY CLIMBING, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG  II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA