Logo
http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/4897911gedung_disbud_fhdr.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/3113892bajra_sandhi.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/8829383art_center.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2915184museum_bali.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/1827065Barong_banner.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2329116sawah.jpg
Monday, 06 September 2010
Sepekan PKB 2010
Written by Made Sudiarta    Thursday, 24 June 2010 00:08    PDF Print E-mail

 

altSelayang Pandang Program Pementasan Kesenian PKB ke-32 Tahun 2010 selama seminggu.

  • Karawitan Klasik Selonding oleh sekaa selonding banjar intaran pejeng, Tampaksiring Kabupaten Gianyar
  • tempat kalangan ayodya,
  • pukul 10.00-12.00 wita
  •  
  • SATU lagi karawitan lawas yang ditampilkan dalam ajang PKB XXXII adalah selonding, persembahan oleh sekaa selonding banjar intaran pejeng, Tampaksiring Kabupaten Gianyar tempat kalangan ayodya, kemarin. Penampilan selonding ini cukup menarik diapresiasi kalangan generasi muda dan dewasa. Tampil di Kalangan Angsoka, sanggar ini menyuguhkan sejumlah gending selonding yakni Sekar Gadung, Rejang Dauh Tukad, Rejang Ileh, Rejang Gucek, Sekati, Kincang-kincung dan Nyangjangan.gamelan selonding merupakan peninggalan historis dari kegiatan berkesenian nenek moyang di masa silam. Gamelan selonding merupakan salah satu contoh mengenai local genius dari luluhur yang mampu mengantarkan pada suatu jenjang puncak budaya sehingga keberadaannya masih eksis sampai saat ini. Gamelan selonding merupakan barungan gamelan golongan tua yang pada dasarnya merupakan perwujudan ekspresi yang diimplementasikan melalui bentuk jalinan nada yang dijiwai nilai-nilai estetis, religius dan sosial.Pada dasarnya selonding lahir dari hasil cipta, rasa dan karsa nenek moyang sebagai perwujudan dari pengalaman estetis di kala keadaan jiwa sedang mengalami kedamaian dan kesucian. Selonding, gamelan yang memakai laras pelog saih pitu yang semua instrumennya berbentuk bilah. Barungan ini terdiri atas gong ageng, gong alit, kempul ageng, kempul alit, peenem, nyongnyong ageng dan nyongnyong alit. Pada umumnya gamelan selonding dimainkan untuk kepentingan ritual sebagai persembahan kepada sang pencipta, juga sebagai hiburan.dengan ditampilkan karawitan klasik di PKB, diharapkan keberadaannya semakin eksis. Pergelaran seni sakral ini merupakan sujud bakti kepada sang pencipta lewat alunan nada-nada gamelan. Sama dengan pendeta yang memuja Tuhan dengan mantra-mantra dan bunyi gentanya. Kami ingin karawitan klasik seperti selonding tetap eksis keberadaannya, sehingga mampu diwariskan ke generasi mendatang. Terima kasih kepada panitia PKB karena selonding dan gamelan tua lainnya tetap dipentaskan dalam ajang PKB. ''Dengan semakin sering dipentaskan kita berharap selonding betul-betul eksis, dan tidak hanya tinggal nama, ("One more musical shells are displayed in the arena of PKB is selonding XXXII, offerings by sekaa selonding banjar intaran Pejeng, Gianyar Tampaksiring place among Ayodya, yesterday. Selonding appearance is attractive and appreciated among the young adult. Shown among Angsoka, this workshop which presents a number gending selonding Bluebird Sekar, Rejang Dauh Tukad, Ileh Rejang, Rejang Gucek, Sekati, Kincang-kincung and Nyangjangan.gamelan selonding a historical relic of the ancestral art activities in the past. Gamelan selonding is one example of the local genius luluhur capable of delivering at a peak level of culture that its presence still exists today. Selonding gamelan is the gamelan barungan old group which is basically a manifestation of forms of expression that is implemented through the fabric of tone which is imbued aesthetic values, religious and sosial.Pada selonding basically born from the creativity, taste and wills of our ancestors as the embodiment of aesthetic experiences in kala mental state is experiencing the peace and sanctity. Selonding, gamelan pelog barrel wear that all the instruments saih pitu-shaped blade. Barungan Ageng consists of gongs, gong alit, kempul Ageng, kempul alit, peenem, nyongnyong Ageng, and alit nyongnyong. In general selonding gamelan played for the sake of ritual as offerings to the creator, as well as classical musicians hiburan.dengan displayed in PSA, the more its presence is expected to exist. Performances of this sacred art is devoted to the creator of prostration by the strains of gamelan tones. Same with a priest who worships the Lord with the sound of spells and gentanya. We want classical musicians like selonding still exist existence, so it can passed on to future generations. Thanks to the committee because selonding PKB and other old gamelan still staged in the arena of PKB. With more and more often staged''we hope selonding really exist, and not just name,'')

Parade angklung kreasi duta kabupaten klungkung oleh seka agklung mekar sari, banjar pande, kecamatan klungkung, Duta Kabupaten Karangasem, oleh Sekaa angklung Prabu Ninggrat desa sangkan gunung sideman . 

  • tempat : panggung terbuka ISI Denpasar
  • Hari Tanggal ; rabu 16 juni 2010
  • waktu : 20.00-23.00 wita

alt

  • altaltalt

  • Acara : lomba merangkai bunga dan janur
  • Tempat : Ksirarnawa
  • Jam : 10,00-12,00 wita

Lomba ini merupakan kegiatan ibu-ibu PKK Bali wakil dari masing-masing Kabupaten/Kota dalam rangkaian pelaksanaan PKB 2010. lomba kali ini diikuti oleh dharma wanita/pkk kabupaten/kota se -bali dan perwakilan umum. Dihadiri pula oleh wakil penggerak pkk provinsi bali Ibu Bintang Puspayoga dan anggota. dalam kesempatan ini pula turut hadir Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel muhamad beserta Istri. 


altaltaltalt

  • Acara : Tari klasik Pasemetonan Pragina Mas
  • Tempat : Gedung Ksirarnawa
  • Jam : 14.00-16.00 wita


PENIKMAT seni di Bali yang berkunjung ke arena Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXII, Minggu (13/6) kemarin, benar-benar sangat beruntung. Betapa tidak, mereka mendapat kesempatan langka untuk menyaksikan persembahan seni enam orang penari legendaris yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk kejayaan seni tari Bali. Meskipun usia mereka sudah sangat renta, keenam penari legendaris Bali yang sangat terkenal di zamannya dan kiprah berkeseniannya sudah menjejak berbagai belahan dunia itu tetap tampil energik dan berkarakter kuat. Tak pelak, decak kagum dan tepuk tangan gegap gempita penonton pun tak putus-putus mengiringi atraksi seni yang langka dan spektakuler tersebut.

Tebar pesona komunitas penari sepuh yang bergabung dalam Pragina Mas itu diawali dengan penampilan mempesona Jero Puspawati (77 tahun) yang mempersembahkan tari Candra Metu. Meskipun kondisi tubuhnya terlihat gemuk, ibunda Wakil Gubernur Bali A.A. Ngurah Puspayoga ini mampu membawakan tarian ciptaan I Nyoman Kaler di era 1942 itu dengan sangat gemulai. Penjiwaannya terhadap tarian yang menggambarkan keindahan bulan saat keluar dari peraduannya itu sangat kuat sehingga membuat penonton yang memadati areal Panggung Tertutup Ksirarnawa terbelalak takjub.

Penampilan Jero Gadung Arwati (73 tahun) lewat tari Wiranata juga tak kalah menakjubkan. Di usia sesenja itu, penari kelahiran Tabanan itu masih mampu bergerak lincah dan atraktif sesuai tuntutan tarian yang diciptakan I Nyoman Kaler di tahun 1946 yang selanjutnya direvisi oleh Nyoman Ridet. Tarian yang menggambarkan kegagahan dan keagungan seorang raja itu dapat dituntaskan dengan klimaks yang sangat menggetarkan.

Ketakjuban penonton makin memuncak ketika Ida Bagus Oka Wirjana (81 tahun) tampil ke atas panggung dengan tari Kebyar Duduk ciptaan koreografer fenomenal Bali I Ketut Maria. Tarian yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi dan mewajibkan penarinya mampu bergerak lincah dalam posisi duduk ini sukses dibawakannya dengan sangat ekspresif dan bertenaga. Sementara itu, kecantikan Gusti Ayu Raka Rasmi (71) tampak terpancar keluar saat membawakan tarian evergreen Oleg Tamulilingan ciptaan I Ketut Maria di tahun 1952 silam.

Dalam balutan busana yang megah, penari kelahiran Peliatan, Ubud itu sukses menghidupkan tarian yang menggambarkan percintaan dua ekor kumbang jantan dan betina di lautan bunga itu dengan sangat paripurna. Tarian dengan reputasi mendunia ini memang identik dengan Raka Rasmi yang dipercaya oleh penciptanya untuk menarikan tarian itu untuk pertama kalinya.

Seolah tak mau kalah, Ni Luh Menek (71 tahun) juga tampil sangat memukau lewat tari Palawakya ciptaan Wayan Wandres. Tarian tidak hanya menuntut penarinya piawai menari, namun juga harus mampu melafalkan palawakia yang ditingkahi dengan keterampilan memainkan instrumen musik terompong. Persembahan seni komunitas Pragina Mas itu disempurnakan oleh penampilan memikat dua penari bersaudara A.A. Ayu Kusuma Arini (63) dan A.A. Ayu Bulan Trisna Djelantik (63) lewat tarian legong klasik Semarandana.  ( Art lovers who visit the arena of Bali Bali Arts Festival (PKB), XXXII, Sunday (13 / 6) yesterday, is really very lucky. Why not, they got a rare opportunity to watch six people offering arts legendary dancer who dedicated his whole life to the triumph of the Balinese dance. Although they are very old age, the six legendary Balinese dancer who is very famous in his day and gait berkeseniannya been kicked all over the world that continue to appear energetic and strong character. Inevitably, click amazed and noisy audience applause was incessant accompany the art attractions such rare and spectacular.

Scatter community charm elderly dancers who joined the Pragina Mas started with stunning appearance Jero Puspawati (77th years) that will present dances Candra metu. Although the condition of his body looks fat, mother of the Deputy Governor of Bali, AA Ngurah Puspayoga able to bring this dance, I Nyoman Kaler's creation in 1942's era with a very supple. Soul of dances depicting the beauty of the moon upon exiting sleeping so strong it makes the audience who thronged the area of Stage Closed Ksirarnawa widened in amazement.

Jero Gadung  Arwati appearances (73 years) through dance Wiranata also no less amazing. At age ofhering, the dancer was born in Tabanan is still able to move swiftly and attractive as demanded by the dances are created, I Nyoman Kaler in the year 1946 which was subsequently revised by Nyoman Ridet. Dance depicting the valor and glory of a king could be accomplished with a very thrilling climax.

Spectators amazement rapidly escalated when Ida Bagus Wirjana Oka (81 years) appeared on the stage with dance choreographer's creation phenomenal Kebyar Seating Bali I Ketut Maria. Dances are known to have a high difficulty level and requires the dancers to move swiftly in this success was brought to a sitting position with a very expressive and powerful. Meanwhile, the beauty Gusti Ayu Raka Rasmi (71) looks radiated out while bringing dance Oleg evergreen Tamulilingan I Ketut Maria's creation in 1952 ago.

Wrapped in a stately fashion, dancers Peliatan birth, Ubud's successful switch dance depicting the romance of two male and female beetles in a sea of flowers was very complete. Dancing with the worldwide reputation of this is identical with Raka Rasmi believed by its creator to dance for the first time.

As if not to be outdone, Ni Luh Menek (71 years) also appeared very intriguing through dance Palawakya Wandres Wayan's creation. Dancing requires not only excellent dancers to dance, but must also be capable of pronouncing the language palawakia with the skills to play musical instruments terompong. Mas Pragina community arts offerings were enhanced by the enchanting appearance of two brothers dancers AA Kusuma Ayu Arini (63) and A.A. Ayu Trisna Djelantik Month (63) via the classical Legong dance Semarandana.)


altaltaltaltaltalt

Acara : Tari topeng Betawi, Tari none tugu dan silat Bekasi oleh Suku Dinas Kota Administrasi Jakarta Utara
Tempat : Wantilan Art Centre
Hari/Tanggal : Rabu 23 juni 2010
Waktu : 10.00 - 12.00 wita.

Suku Dinas Kebudayaan kota Administrasi Jakarta Utara menampilkan kesenian tari None tugu yaitu tari penyambutan tamu pada acara tertentu, kalau dibali seperti tari panyembrama dan puspa wresti. 

altaltaltalt

Penonton sangat antosias menyaksikan penampilan kesenian dari jakarta utara, group kesenian ini merasa bangga mendapatkan kesempatan tampil pada acara ini dan juga terkesan dengan masyarakat Bali yang menonton acara mereka. Pada kesempatan ini hadir pula Wakil Wali kota Jakarta Utara dan beliau memberi apresiasi yang besar kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali. khususnya Panitia Penyelenggara Pesta Kesenian Bali yang ke 32 tahun 2010. Diakhir acara Kepala Bidang Kesenian dan Perfilman Dra. Ida Ayu Putri Masyeni M.Si, menyerahkan cindera mata kenang-kenangan sebagai peserta pada PKB XXXII Tahun 2010 kepada group kesenian Jakarta Utara yang diterima oleh Bapak Wakil Wali Kota Jakarta Utara.  ( Attendance is very antosias witnessed the appearance of art from the north jakarta, these arts groups feel proud to get a chance to appear on this event and also impressed with the Balinese people who watch their show. On this occasion was also attended by Deputy Mayor of North Jakarta, and he gave great appreciation to the people and Government of Bali Province.especially the Bali Arts Festival Organizing Committee is to 32 years in 2010. At the end of the show Head of Art and Film Dra. Princess Ida Ayu Masyeni M. Si, submitted a souvenir keepsake as a participant in the CLA group XXXII Year 2010 to the North Jakarta art received by Mr Deputy Mayor of North Jakarta.)

PARADE LAGU POP DAERAH BALI

Duta Kabupaten Badung.

alt

altalt    

Duta Kota Denpasar

altaltalt

PEMILIHAN JEGEG BAGUS BALI

alt

Last Updated ( Monday, 28 June 2010 00:05 )
 

Bali Culture Government Info

Newsletter

Recent Photos

BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
UKIRAN GADING KOLEKSI TAMAN BUDAYA/IVORY CLIMBING, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
UKIRAN GADING KOLEKSI TAMAN BUDAYA/IVORY CLIMBING, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG  II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA