Logo
http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/4897911gedung_disbud_fhdr.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/3113892bajra_sandhi.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/8829383art_center.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2915184museum_bali.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/1827065Barong_banner.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2329116sawah.jpg
Wednesday, 23 April 2014
PROGRAM PESTA KESENIAN BALI 2014
Written by Made Sudiarta    Monday, 11 June 2012 21:49    PDF Print E-mail
altTema :PKB XXXVI Tahun 2014
Kertamasa : Dinamika Kehidupan Masyarakat Agraris Menuju Kesejahteraan Semesta”          
 
 
Pelaksanaan : Sabtu Tanggal 14 Juni s.d 12 Juli 2014
Tempat          : Art Centre Denpasar.

A.   DASAR
  1. Hasil Sarasehan PKB XXXV Tahun 2013
  2. Rekomendasi Tim Pengawas Independen PKB XXXV Tahun 2013
  3. Rekomendasi Tim Kurator PKB XXXV Tahun 2013
  4. Rekomendasi hasil Tim Pengamat Parade dan Lomba PKB XXXV Tahun 2013
  5. Masukan para tokoh masyarakat, seniman, budayawan, pengamat seni dan media massa
B.   Tema PKB XXXVI Tahun 2014 adalah “ Kertamasa : Dinamika Kehidupan Masyarakat Agraris Menuju Kesejahteraan Semesta 
Adapun materiPKB XXXVI Tahun 2014 tetap mengacu pada 6 materi pokok yaitu :
  1. Pawai  
  2. Pagelaran  
  3. Lomba/Parade  
  4. Pameran
  5. Sarasehan
  6. Dokumentasi
I.      RENCANA UNGGULAN PROGRAM PKB XXXVI 2014
1.       PAWAI
Pawai PKB  tahun 2014 tetap mengacu pada tema sentral yaitu “Kertamasa : Dinamika Kehidupan Masyarakat Agraris Menuju Kesejahteraan Semesta,  namun tetap di format dengan prosesi berjalan serta menyajikan berbagai bentuk keragaman kesenian Bali, nusantara dan internasional. Pada pelaksanaan pawai tahun ini diberikan sentuhan-sentuhan baru guna meminimalisir kesan monotun, sehingga penyajiannya pun dikemas berbeda, baik dari bentuk maupun para peserta pawai.

2.      KEGIATAN KESENIAN UNGGULAN DAERAH, NASIONAL, DAN INTERNASIONAL.

2.1.  PROGRAM UNGGULAN PROVINSI BALI

a. Daerah.
Rancangan kesenian lokal, pada penyelenggaraan PKB 2014 akan lebih bersifat terbuka, dengan   menekankan pada kesenian yang lebih bersifat pengembangan seperti :
  1. Garapan  Sendratari Pembukaan
  2. Pementasan  tari kebesaran Lambang Daerah” Bali Dwipa Jaya”
  3. Garapan Sendratari Penutupan oleh Pemprov Bali
  4. Garapan Wayang Inovatif oleh Dalang sesepuh ( Kodi, Wija dan Persib )
  5. Garapan Sendratari dengan cerita Ramayana atau Mahabharata oleh sekaa terpilih.
  6. 40 kesenian dari Group/Sekaa/organisasi yang diajukan langsung ke Provinsi
b.    Nasional

Menampilkan  kesenian luar daerah untuk berpartisipasi.

c.    Internasional

Menampilkan Kesenian dari luar Negeri.

d.    Lomba Film Dokumenter
  • Peserta dari Kabupaten/Kota se-Bali
  • Masyarakat Umum
 e.    Work Shop
  • Kewanitaan
2.2. PARTISIPASI KOTA DAN KABUPATEN SE-BALI
a.    Kegiatan Parade
  1. Parade Gong Kebyar Anak-anak
  2. Parade Gong Kebyar Dewasa
  3. Parade Gong Kebyar Wanita
  4. Parade Topeng Panca
  5. Parade Nglawang
  6. Parade Dramatari Arja
  7. Parade Joged Bumbung
  8. Parade Semara Pagulingan
  9. Parade Drama Gong
  10. Parade Lagu Daerah Bali ( remaja dan anak-anak )
b.    Kegiatan Lomba
  1. Lomba Wayang Parwa Tradisi dengan dalang anak-anak
  2. Lomba Gender Wayang tingkat anak-anak
  3. Lomba Taman Penasar
  4. Lomba Balaganjur
  5. Lomba Kerajinan
  6. Lomba Nyastra
  7. Lomba Karya Tulis (umum)
  8. Lomba Foto (Kabupaten/Kota dan umum)
  9. Lomba Melukis Tingkat Provinsi Bali.
c.    Kegiatan Pagelaran
  1. Menampilkan satu kesenian rekonstruksi pilihan Kabupaten/Kota
  2. Menampilkan 1(satu) kesenian Wayang Kulit sebagai ciri khas Kabupaten/Kota
  3. Menampilkan1(satu) kesenian Karawitan Klasik sebagai ciri khas Kabupaten/Kota  
  4. Menampilkan 1 (satu) garapan musik atau tari kontemporer
II.  PAMERAN

Pameran Pesta Kesenian Bali ke 36 tahun 2014 di laksanakan mengacu pada tema  Kertamasa : Dinamika Kehidupan Masyarakat Agraris Menuju Kesejahteraan Semesta, tujuannya guna mendorong kreativitas dan pemberdayaan aktivitas tradisional dan seni kerajinan mayarakat . Hal tersebut mengacu pada Perda PKB N0. 4 tahun 2006. Pada pameran ini dilaksanakan dalam 2 (dua) katagori : pameran aktif dan pameran pasif, dan akan ditampilkan juga peragaan pemanfaatan lontar, pengobatan tradisional (usadha). Pengelompokan stand pameran diatur menjadi kelompok kerajinan perhiasan, busana, kerajinan tangan, souvenir dan lain-lainnya yang merupakan produk kerajinan tangan khususnya dari Bali dan sebagain kecil dari daerah lain di Indonesia sebagai peserta yang merupakan perwakilan dari Dekranasda. Selanjutnya pembangunan stand  dengan APBD Provinsi Bali 2014. Dinas Kebudayaan dan Panitia hanya menetapkan peserta dan design tentang penataan stand pameran termasuk aktivitas penunjang dan dekorasi secara menyeluruh di areal Taman Budaya.          

III.  SARASEHAN
Dalam menunjang pelestarian dan pengembangan seni budaya perlu diselenggarakannya Sarasehan, khususnya pembahasan isu-isu dan penomena-penomena dalam pelaksanaan Pesta Kesenian Bali disamping pembahasan Tema Pesta Kesenian Bali 2015.
           
Last Updated ( Thursday, 21 November 2013 11:11 )
 

Bali Culture Government Info

Newsletter

Recent Photos

Legong dance :Kata Legong berasal USING Kata
Legong dance :Kata Legong berasal USING Kata "kaki" Yang artinya Gerak Tari Dan Yang luwes lentur Danijel "gong" Yang artinya gamelan. "Legong" Artikel Baru demikian mengandung Arti terikat Gerak Tari yang (terutama aksentuasinya) Yang Dibuat gamelan meng
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG  II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA