Logo
http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/4897911gedung_disbud_fhdr.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/3113892bajra_sandhi.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/8829383art_center.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2915184museum_bali.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/1827065Barong_banner.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2329116sawah.jpg
Sunday, 05 February 2012
SARASEHAN TEMA PKB KE- 34 TAHUN 2012
Tuesday, 26 January 2010 15:53    PDF Print E-mail

alt       SARASEHAN TEMA PESTA KESENIAN BALI XXXIV TAHUN 2012, Di Buka Oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Ketut Suastika,SH di Monumen Perjuangan Rakyat Bali hari Selasa Tanggal 27 Desember 2011.Pada acara ini lebih mengutamakan membahas tema pesta kesenian bali ke 34 yaitu Paras-Paros " Dinamika Dalam Kebersamaan". Pemakalah pada sarasehan ini adalah : Ida Rsi Agung Sugata Karang, (Budayawan) Prof. DR. I Wayan Dibia, SST,MA,( Dosen ISI Denpasar) Prof. DR. I Nyoman Suarka, M.HUM,( Dosen Sastra UNUD ) Prof. DR. Wayan Swastika, SU, ( Dosen Sastra UNUD ) Drs. I Wayan Geria,( Budayawan) dengan Moderator, DR. Ida Bagus Sedhawa, SE.M.Si dan DR. A.A. Gede Wisnu Murti, M.SI. Pesta Kesenian Bali (PKB) telah memiliki tema payung untuk kurun waktu 5 tahun 2011 – 2015 dalam rumusan : Segara Giri ( Menapak Jejak Kehidupan ) Tema payung tersebut  juga telah terinci kedalam tema tahunan :

alt-    Tahun 2011 : Desa Kala Patra (Adaptasi Diri dalam Multikultur)
-    Tahun 2012 : Paras-Paros (Dinamika Dalam Kebersamaan)
-    Tahun 2013 : Taksu (membangkitkan kreativitas dan jati diri)
-    Tahun 2014 : Krtamasa (Keajegan rasa menuju ketertiban semesta)
-    Tahun 2015 : Jagadhita (Mengokohkan kesejahteraan Masyarakat)
Tema PKB XXXIV Tahun 2012 Paras-Paros ( Kebersamaan) belum dirumuskan secara rinci tentang landasan, arti dan makna terkait dengan filoisofi, tata nilai, karakter menurut dasar-dasar sastra. Konteks actual dan dinamika sebagai living culture dan gaya hidup[ empersik. Konsep paras-paros juga belum terelaborasi untuk memudahkan trasnformasi dan penggubahan kedalam seluruh bentuk cabang kegiatan PKB yang meliputi : Pawai, seni pertunjukan, pameran dan Sarasehan sampai dokumentasi dan film. Kkolaborasi sangat penting agar terwujud persamaan persepsi dan segarnya kreativitas dalam mewujudkan karya-karya seni dan budaya yang bermutu, unggul, berkarakter harapan dan tidak monotun, namun tetap koheran dalam koridor tema tahunan dan tema payung.
    Dalam konteks dan rasa tersebut diatas, penyelengaraan FGD (Focus Group Discussion) ini memperkokoh urgensi, relevansi dan signifikansi yang tinggi dengan melibatkan budayawan, seniman, akademisi. Anggota dewan, birikrasi, Tim Independen. Kurator, tokoh masyarakat. Kritikus seni dan media. Sangat diharapkan  kepada peserta untuk memberikan masukan yang optimal, partisipasi kreatif dan kritik yang konstruktif.

alt
II.    TUJUAN

  1. Untuk menghimpun masukan dan menyusun rumusan holistic tentang arti, makna dan dasr-dasar sastra mengenai tema PKB XXXIV Tahun 2012 Paras-Paros (Kebersamaan). Rumusan tersebut akan menjadi pedoman dalam sosialisasi, pembinaan dan penggubahan tema kedalam seluruh agenda dan kegiatan PKB XXXIV Tahun 2012.
  2. Untuk menyamakan persepsi tapsir dan refresentasi tema kedalam seluruh cabang, agenda kegiatan PKB yang mencangkup Pawai, Sendratari kolosal, seni pertunjukan, Pameran, Lomba, sarasehan, dokumentasi dan film. Refresentasi tema diharapkan mampu mengayakan kreativitas, menguatkan karakter dan mengokohkan mutu dalam refrensi tema yang tidak lagi sekedar tempelan atau vakum makna. 

 III.     MANFAAT 

  1. Tehnosofis : mengokohkan filosofi, tata nilai dan konsep dalam berkreativitas dan bereksprimen seni yang tetap berpijak kuat pada dasar-dasar sastra dan humaniora
  2. Estetik Karakteristik : memekarkan inspirasi estetika dan menyegarkan identitas, etika dan karakter dalam berkarya cipta, rasa dan karsa yang bersifat klasik, tradisional dan kontemporer.
  3. Lokal, nasional dan universal : mengapresiasi keragaman, keunikan, eksperimen baru, kolaborasi, inovasi, revitalisasi karya seni pada ranah local, nasional, universal dalam spirit Bhineka Tunggal Ika yang terseleksi melalui curator.

alt

alt

 

IV.    FOKUS MAKALAH DAN NARASUMBER

  1. PARAS-PAROS : FILOSOFI, NILAI DAN KARAKTER Oleh : I Wayan Geriya ( Budayawan)
  2. KONSEP PARAS-PAROS : ARTI, MAKNA DAN DASAR-DASAR SASTRA Oleh : Prof. DR. I Nyoman Suarka, M.Hum ( Dosen Fakultas Sastra UNUD )
  3. TRANSFORMASI DAN PENGGUBAHAN PARAS-PAROS KE DALAM SENDRATARI KOLOSAL DAN SENI PERTUNJUKAN Oleh : Prof. DR. I Wayan Dibia, SST, MA
  4. TRANSPORMASI DAN PERWUJUDAN PARAS-PAROS KE DALAM PAWAI DAN PAMERAN Oleh :Ida Rsi sugata Karang (Budayawan)
  5. TRANSPORMASI DAN REPRESENTASI PARAS-PAROS KE DALAM LOMBA, SARASEHAN, DOKUMENTASI DAN FILM Oleh : Prof. DR. I Made Swastika, SU ( Ketua Program Pasca Sarjana S3 Kajian Budaya UNUD)

alt

altHasil rumusan sarasehan ini akan dipakai pijakan oleh Kabupaten/ Kota dalam menterjemahkan arti Paras-Paros kedalam 9 Materi Pokok Pesta Kesenian bali tahun 2012, sehingga pada pelaksanaannya nanti tidak menyimpang dari tema dan garapan kesenian.  (made)

Last Updated ( Thursday, 12 January 2012 23:50 )
 

Bali Culture Government Info

Newsletter

Recent Photos

Legong dance :Kata Legong berasal USING Kata
Legong dance :Kata Legong berasal USING Kata "kaki" Yang artinya Gerak Tari Dan Yang luwes lentur Danijel "gong" Yang artinya gamelan. "Legong" Artikel Baru demikian mengandung Arti terikat Gerak Tari yang (terutama aksentuasinya) Yang Dibuat gamelan meng
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG  II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA