Logo
http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/4897911gedung_disbud_fhdr.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/3113892bajra_sandhi.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/8829383art_center.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2915184museum_bali.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/1827065Barong_banner.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2329116sawah.jpg
Wednesday, 08 September 2010
PEMBINAAN BAHASA , SASTRA DAN AKSARA BALI
Written by Budi Artha    Tuesday, 26 January 2010 15:53    PDF Print E-mail

Pembinaan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali Tahun 2010

altBahasa Bali sebagai Bahasa Daerah Bali yang berkembang di masyarakat Bali maupun masyarakat Hindhu yang ada di Indonesia. Bahasa Bali telah diyakini sebagai langkah awal dalam mempelajari budaya dan agama Hindhu Bali. Bahasa Bali diyakini sebagai dasar Tetuek dalam memahami dasar – dasar philosopi agama dan kebudayaan Bali, mengingat keaslian dan filsafat – filsafat ilmu tentang eksistensi suatu wawasan agama dan budaya Bali masih ditulis dalam bentuk aksara Bali.

altBerbagai ilmu pengetahuan tentang agama dan budaya Bali masih tertahan / tersimpan pada seni sastra ( aksara ) kuno yang terdapat pada lontar – lontar kuno Bali. Mengingat dalam kenyataannya Aksara Bali sudah dimulai pada ratusan tahun yang lalu,sehingga banyak peneliti – peneliti asing yang melakukan penelitian tentang sastra Bali guna mendapatkan informasi yang benar tentang agama dan kebudayaan Bali.
Perjalanan bahasa Bali hingga bertahan sekarang ini mengalami perjalanan yang sangat panjang. Bahasa Bali juga merupakan salah satu bahasa terbesar yang ada di dunia selain bahasa seperti bahasa China, bahasa Arab, bahasa Melayu dan bahasa – bahasa lainnya. Bahasa Bali disamping mampu memberikan wawasan tentang agama dan budaya, juga dalam kesusastraan Bali mampu memberikan nilai Estetika ( keindahan ) yang menyebabkan sesoran terpana, juga mampu sebagai penuntun dalam kehidupan ( Etika ) . Juga bahasa Bali mampu memberikan tatanan wawasan berprilaku yang terstruktur   ( Logika ).
     
altMemperhatikan perkembangan budaya Bali yang tidak bisa menghindar dari arus globalisasi, sadar maupun tidak disadari bahwa bahasa dan Aksara Sastra Bali sudah mengalami pengkikisan baik secara lisan maupun secara fisik. Secara lisan banyak kosa / pembendaharaan bahasa Bali yang hilang dalam percakapan pergaulan sehari – hari, sedangkan secara fisik, lontar – lontar kuno yang menyimpan segudang informasi, juga telah banyak yang rapuh, tanpa mampu dibikinkan duplikat ( copy nya ).

altKekhawatiran atas menghilangnya dan semakin terpuruknya bahasa Bali bukanlah sesuatu yang berlebihan, melainkan memang bahasa Bali, Aksara Sastra Bali, memang perlu diperhatikan dan diberikan porsi untuk tetap bisa dipertahankan dan dilestarikan. Bahkan ada pendapat dari seorang tokoh sastrawan dan budayawan dari Sulawesi yang menulis disebuah harian surat kabar yang menyampaikan tentang bahasa – bahasa daerah yang tumbuh dan berkembang di bangsa Indonesia sudah banyak dipengaruhi oleh bahasa – bahasa asing. Sehingga keberadaan bahasa – bahasa daerah akan dikhawatirkan lenyap dan menghilang

alt

Harapan :
     Pelestarian Bahasa, Sastra dan Aksara Bali semakin diperlukan, oleh karena itu perlu dorongan, dukungan, dan perhatian semua pihak terhadap bahasa dan kesusastraan Bali. Pemerintah provinsi Bali dalam hal ini Dinas Kebudayaan Provinsi Bali senantiasa memfasilitasi melalui program – program yang mengarah pada pembinaan dan pelestarian sastra / bahasa Bali.

Pada tahun 2010 ini, Dinas Kebudayaan provinsi Bali melakukan pembinaan bahasa, aksara dan sastra Bali ke seluruh kota / kabupaten se Bali, yang dipusatkan di 3  kabupaten yakni Gianyar, Badung dan Tabanan. Dengan menampilkan 3 makalah, oleh 3 orang narasumber yang diambilkan dari Badan Pembinaan Bahasa, Sastra dan Aksara Provinsi Bali.

Saran: Hendaknya dalam percakapan sehari-hari baik di kantor-kantor pemerintah/swasta, sekolah-sekolah,dan di Perguruan Tinggi mengunakan Bahasa Bali



Last Updated ( Sunday, 29 August 2010 22:57 )
 

Bali Culture Government Info

Newsletter

Recent Photos

BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
UKIRAN GADING KOLEKSI TAMAN BUDAYA/IVORY CLIMBING, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
UKIRAN GADING KOLEKSI TAMAN BUDAYA/IVORY CLIMBING, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG  II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA