|
SARASEHAN TEMA PESTA KESENIAN BALI XXXIV TAHUN 2012, Di Buka Oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Ketut Suastika,SH di Monumen Perjuangan Rakyat Bali hari Selasa Tanggal 27 Desember 2011.Pada acara ini lebih mengutamakan membahas tema pesta kesenian bali ke 34 yaitu Paras-Paros " Dinamika Dalam Kebersamaan". Pemakalah pada sarasehan ini adalah : Ida Rsi Agung Sugata Karang, (Budayawan) Prof. DR. I Wayan Dibia, SST,MA,( Dosen ISI Denpasar) Prof. DR. I Nyoman Suarka, M.HUM,( Dosen Sastra UNUD ) Prof. DR. Wayan Swastika, SU, ( Dosen Sastra UNUD ) Drs. I Wayan Geria,( Budayawan) dengan Moderator, DR. Ida Bagus Sedhawa, SE.M.Si dan DR. A.A. Gede Wisnu Murti, M.SI. Pesta Kesenian Bali (PKB) telah memiliki tema payung untuk kurun waktu 5 tahun 2011 – 2015 dalam rumusan : Segara Giri ( Menapak Jejak Kehidupan ) Tema payung tersebut juga telah terinci kedalam tema tahunan :
- Tahun 2011 : Desa Kala Patra (Adaptasi Diri dalam Multikultur)
- Tahun 2012 : Paras-Paros (Dinamika Dalam Kebersamaan)
- Tahun 2013 : Taksu (membangkitkan kreativitas dan jati diri)
- Tahun 2014 : Krtamasa (Keajegan rasa menuju ketertiban semesta)
- Tahun 2015 : Jagadhita (Mengokohkan kesejahteraan Masyarakat)
Tema PKB XXXIV Tahun 2012 Paras-Paros ( Kebersamaan) belum dirumuskan secara rinci tentang landasan, arti dan makna terkait dengan filoisofi, tata nilai, karakter menurut dasar-dasar sastra. Konteks actual dan dinamika sebagai living culture dan gaya hidup[ empersik. Konsep paras-paros juga belum terelaborasi untuk memudahkan trasnformasi dan penggubahan kedalam seluruh bentuk cabang kegiatan PKB yang meliputi : Pawai, seni pertunjukan, pameran dan Sarasehan sampai dokumentasi dan film. Kkolaborasi sangat penting agar terwujud persamaan persepsi dan segarnya kreativitas dalam mewujudkan karya-karya seni dan budaya yang bermutu, unggul, berkarakter harapan dan tidak monotun, namun tetap koheran dalam koridor tema tahunan dan tema payung.
Dalam konteks dan rasa tersebut diatas, penyelengaraan FGD (Focus Group Discussion) ini memperkokoh urgensi, relevansi dan signifikansi yang tinggi dengan melibatkan budayawan, seniman, akademisi. Anggota dewan, birikrasi, Tim Independen. Kurator, tokoh masyarakat. Kritikus seni dan media. Sangat diharapkan kepada peserta untuk memberikan masukan yang optimal, partisipasi kreatif dan kritik yang konstruktif.

II. TUJUAN
-
Untuk menghimpun masukan dan menyusun rumusan holistic tentang arti, makna dan dasr-dasar sastra mengenai tema PKB XXXIV Tahun 2012 Paras-Paros (Kebersamaan). Rumusan tersebut akan menjadi pedoman dalam sosialisasi, pembinaan dan penggubahan tema kedalam seluruh agenda dan kegiatan PKB XXXIV Tahun 2012.
-
Untuk menyamakan persepsi tapsir dan refresentasi tema kedalam seluruh cabang, agenda kegiatan PKB yang mencangkup Pawai, Sendratari kolosal, seni pertunjukan, Pameran, Lomba, sarasehan, dokumentasi dan film. Refresentasi tema diharapkan mampu mengayakan kreativitas, menguatkan karakter dan mengokohkan mutu dalam refrensi tema yang tidak lagi sekedar tempelan atau vakum makna.
III. MANFAAT
-
Tehnosofis : mengokohkan filosofi, tata nilai dan konsep dalam berkreativitas dan bereksprimen seni yang tetap berpijak kuat pada dasar-dasar sastra dan humaniora
-
Estetik Karakteristik : memekarkan inspirasi estetika dan menyegarkan identitas, etika dan karakter dalam berkarya cipta, rasa dan karsa yang bersifat klasik, tradisional dan kontemporer.
-
Lokal, nasional dan universal : mengapresiasi keragaman, keunikan, eksperimen baru, kolaborasi, inovasi, revitalisasi karya seni pada ranah local, nasional, universal dalam spirit Bhineka Tunggal Ika yang terseleksi melalui curator.


IV. FOKUS MAKALAH DAN NARASUMBER
-
PARAS-PAROS : FILOSOFI, NILAI DAN KARAKTER Oleh : I Wayan Geriya ( Budayawan)
-
KONSEP PARAS-PAROS : ARTI, MAKNA DAN DASAR-DASAR SASTRA Oleh : Prof. DR. I Nyoman Suarka, M.Hum ( Dosen Fakultas Sastra UNUD )
-
TRANSFORMASI DAN PENGGUBAHAN PARAS-PAROS KE DALAM SENDRATARI KOLOSAL DAN SENI PERTUNJUKAN Oleh : Prof. DR. I Wayan Dibia, SST, MA
-
TRANSPORMASI DAN PERWUJUDAN PARAS-PAROS KE DALAM PAWAI DAN PAMERAN Oleh :Ida Rsi sugata Karang (Budayawan)
-
TRANSPORMASI DAN REPRESENTASI PARAS-PAROS KE DALAM LOMBA, SARASEHAN, DOKUMENTASI DAN FILM Oleh : Prof. DR. I Made Swastika, SU ( Ketua Program Pasca Sarjana S3 Kajian Budaya UNUD)

Hasil rumusan sarasehan ini akan dipakai pijakan oleh Kabupaten/ Kota dalam menterjemahkan arti Paras-Paros kedalam 9 Materi Pokok Pesta Kesenian bali tahun 2012, sehingga pada pelaksanaannya nanti tidak menyimpang dari tema dan garapan kesenian. (made)
|