Logo
http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/4897911gedung_disbud_fhdr.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/3113892bajra_sandhi.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/8829383art_center.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2915184museum_bali.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/1827065Barong_banner.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2329116sawah.jpg
Sunday, 05 February 2012
Program : Art Centre, Museum, Monumen
PDF Print E-mail

Program & Rancangan Pemanfaatan 3 UPT. Dinas Kebudayaan Prov. Bali. Taman Budaya, MPRB, dan Museum Bali )

Kebudayaan merupakan budi dan daya manusia yang selalu mengalami perkembangan sesuai dengan dinamika kehidupan manusia. Dinas kebudayaan khususnya dalam menangani segala gejolak Budaya Bali, tentu sangat konsisten dengan program-program unggulan yang dirancang guna menangani masalah kebudayaan di Bali. Penyelenggaraan segala kebijakan dibidang kebudayaan dimaksud, dinas kebudayaan di selenggarakan oleh 1 sekretaris, 4 bidang (Dokbud, Adat dan istiadat, Sepur, Kesenian dan perfilaman) dan 3 UPT (Taman Budaya, Monumen perjuangan Rakyat Bali dan Musium Bali). Penyelenggaraan kebudayaan khususnya dalam pengelolaan, pemberdayaan, pemanfaatan kebudayaan, termasuk dalam pemanfaatan aset-aset daerah khususnya yang ada di 3 UPT, sebagai sarana peningkatan pendapatan daerah merupakan satu langkah penting, sehingga hal-hal yang akan diprogramkan adalah sebagai berikut :

1. Pemanfaatan Gedung Ksirarnawa bawah, Wedding Resepsi, pameran, dan jamuan makan

2. Pemanfaatan Panggung terbuka Ardha Candra, pementasan pementasan kolosal, yang berbentuk klasik,

     borasi, kesenian eloborasi, dan pagelaran musik modern

3. Pemanfaatan di Area Belakang Panggung Ardha Candra, sangat cocok dengan memberikan kesempatan

     untuk melaksanakan acara-acara wedding, Galla Diner, dan jamuan lainnya

4. Pemanfaatan  panggung  terbuka  Ksirarnawa,  sangat  menarik dengan memberikan kesempatan untuk

     mengadakan Galla Diner, jamuan makan malam, pementasan,      termasuk launching-lounching produk

5. Pemanfaatan taman-taman dan Taman Budaya secara umum dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan

    Pra-Wedding, termasuk penyelenggaraan Shooting Film, maupun kegiatan shooting lainnya

Memprogramkan kegiatan setiap weekend (akhir pekan) Sabtu dan Minggu, dengan mengadakan berbagai pementasan seni kolosal dan bermutu, bekerjasama dengan berbagai pihak swasta, khususnya dalam pembiayaannya dan publikasinya. Program pementasan, dimaksud akan mulai dilaksanakan dan diprogramkan pada bulan September dengan menampilkan berkesenian kolosal, bermutu, dan terbaik, setelah pelaksanaan pameran bangunan daerah. Disamping itu UPT. Taman Budaya akan dimanfaatkan dengan memberikan kesempatan kepada organisasi-organisasi kesenian untuk mengadakan aktivitas di Taman Budaya Program pementasan, dimaksud akan mulai dilaksanakan dan diprogramkan pada bulan September dengan menampilkan berkesenian kolosal, bermutu, dan terbaik, setelah pelaksanaan pameran bangunan daerah.

 

Bali Culture Government Info

Newsletter

Recent Photos

Legong dance :Kata Legong berasal USING Kata
Legong dance :Kata Legong berasal USING Kata "kaki" Yang artinya Gerak Tari Dan Yang luwes lentur Danijel "gong" Yang artinya gamelan. "Legong" Artikel Baru demikian mengandung Arti terikat Gerak Tari yang (terutama aksentuasinya) Yang Dibuat gamelan meng
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG  II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA