Logo
http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/4897911gedung_disbud_fhdr.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/3113892bajra_sandhi.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/8829383art_center.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2915184museum_bali.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/1827065Barong_banner.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2329116sawah.jpg
Thursday, 23 February 2012
Tupoksi
PDF Print E-mail

Dinas kebudayaan sebagai instansi pemerintah yang mempunyai tugas dalam memperhatikan pembinaan, pelestarian, pengembangan, inventarisasi, revitalisasi, pemanfaatan, publikasi, dan sebagainya, termasuk pemberdayaan masyarakat dalam memperhatikan kebudayaan Bali, mempunyai tugas pokok yang Sangat jelas, diantaranya :

  1. Mengkoordinasikan Penyusunan Rencana dan Program Kerja Dinas.
  2. Merumuskan Kebijakan umum Dinas serta menyelenggarakan administrasi berdasarkan kewenangan
  3. Melaksanakan pembinaan umum dan pembinaan teknis dibidang kebudayaan
  4. Melakukan advokasi kepada lembaga kepercayaan terhadap TYME
  5. Melaksanakan pembinaan lembaga adat.
  6. Melaksanakan promosi dan pementasan budaya
  7. Melaksanakan peningkatan apresiasi seni tradisional dan non tradisional serta revitalisasi dan kajian seni tingkat provinsi;
  8. Melakukan kerjasama di bidang kebudayaan baik dalam negeri maupun luar negeri;
  9. Melakukan pembinaan, pengendalian, dan pengawasan produksi dan peredaran perfilman;
  10. Melaksanakan upaya perlindungan, pemeliharaan dan pemanfaatan warisan budaya;
  11. Memberikan rekomendasi atas penggunaan/pemanfaatan warisan budaya;
  12. Melakukan penginventarisasian, pengkajian, pempublikasian, pendokumentasian budaya Bali

PROGRAM DAN RANCANGAN PEMANFAATAN 3 UPT. DINAS KEBUDAYAAN PROV. BALI. (TAMAN BUDAYA, MPRB, DAN MUSEUM BALI )

Kebudayaan merupakan budi dan daya manusia yang selalu mengalami perkembangan sesuai dengan dinamika kehidupan manusia. Dinas kebudayaan khususnya dalam menangani segala gejolak Budaya Bali, tentu sangat konsisten dengan program-program unggulan yang dirancang guna menangani masalah kebudayaan di Bali. Penyelenggaraan segala kebijakan dibidang kebudayaan dimaksud, dinas kebudayaan di selenggarakan oleh 1 sekretaris, 4 bidang (Dokbud, Adat dan istiadat, Sepur, Kesenian dan perfilaman) dan 3 UPT (Taman Budaya, Monumen perjuangan Rakyat Bali dan Musium Bali).

Penyelenggaraan kebudayaan khususnya dalam pengelolaan, pemberdayaan, pemanfaatan kebudayaan, termasuk dalam pemanfaatan aset-aset daerah khususnya yang ada di 3 UPT, sebagai sarana peningkatan pendapatan daerah, hal-hal yang akan diprogramkan adalah sebagai berikut :

A. PEMANFAATAN UPT. MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT BALI

1. Pemanfaatan area selatan Depan Monumen, dengan mengadakan Pameran Masakan (kuliner), termasuk penyelenggaraan Lomba-Lomba Makanan setiap minggu-nya dengan bekerja sama dengan berbagai pihak swasta.

2. Pemanfaatan Area tengah Monumen, sebagai area Wedding Resepsi, baik tingkat lokal, maupun Internasional, dengan biaya yang ditawarkan adalah Rp. 15.000.000 - Rp. 20.000.000,-

3. Pemanfaatan Area-area di sekitar monumen untuk kegiatan ”GALLA DINER” atau Jamuan-jamuan perayaan dengan mengeset sedemikian rupa dalam suasana atau konsep Bali.

4. Pemanfaatan di sisi kanan dan kiri luar monumen dengan memberikan kesempatan dan penyewaan kepada publik umum untuk mengadakan segala aktivitas atau lounching-lounching produk.

5. Pemanfaaatan ruangan-ruangan di dalam monumen, untuk mberbagai kegiatan Jamuan, pameran, pertemuan, termasuk diklat atau pelatihan

6. Pemanfaatan taman-taman dan Monumen secara umum dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan Pra-Wedding, termasuk penyelenggaraan Shooting Film, maupun kegiatan shooting lainnya.

B. Pemanfaatan UPT. Taman Budaya.

UPT. Taman Budaya merupakan tempat yang paling strategis dan representative dalam melakukan berbagai kegiatan. Dan pemanfaatan Taman Budaya akan memberikan arti yang sangat penting, dalam pengelolaan dan pemanfaatan, termasuk dalam penguatan nilai-nilai kebudayaan bagi masyarakat, dengan merancang kegiatan-kegiatan di UPT. Taman Budaya sebagai berikut :

1. Pemanfaatan area Taman Budaya.

a. Pemanfaatan Gedung Ksirarnawa atas (Panggung atas), pertemuan (rapat-rapat) besar, Wisuda, Pertunjukan private, dan sebagainya

b. Pemanfaatan Gedung Ksirarnawa bawah, Wedding Resepsi, pameran, dan jamuan makan.

c. Pemanfaatan Panggung terbuka Ardha Candra, pementasan pementasan kolosal, yang berbentuk klasik, kolaborasi, kesenian eloborasi, dan pagelaran musik modern

d. Pemanfaatan di Area Belakang Panggung Ardha Candra, sangat cocok dengan memberikan kesempatan untuk melaksanakan acara-acara wedding, Galla Diner, dan jamuan lainnya

e. Pemanfaatan panggung terbuka Ksirarnawa, sangat menarik dengan memberikan kesempatan untuk mengadakan Galla Diner, jamuan makan malam, pementasan, termasuk launching-lounching produk.

f. Pemanfaatan taman-taman dan Taman Budaya secara umum dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan Pra-Wedding, termasuk penyelenggaraan Shooting Film, maupun kegiatan shooting lainnya.

2. Program-Program di Taman Budaya.

a. Memprogramkan kegiatan setiap weekend (akhir pekan) Sabtu dan Minggu, dengan mengadakan berbagai pementasan seni kolosal dan bermutu, bekerjasama dengan berbagai pihak swasta, khususnya dalam pembiayaannya dan publikasinya.

Program :

Program pementasan, dimaksud akan mulai dilaksanakan dan diprogramkan pada bulan September dengan menampilkan berkesenian kolosal, bermutu, dan terbaik, setelah pelaksanaan pameran bangunan daerah. Disamping itu UPT. Taman Budaya akan dimanfaatkan dengan memberikan kesempatan kepada organisasi-organisasi kesenian untuk mengadakan aktivitas di Taman Budaya

b. Bulan Desember akhir menyambut tahun baru akan diprogramkan ”Se-Pekan Pameran Produk Daerah” yang disertai dengan berbagai kegiatan Seni lainnya.

 

 

 

Bali Culture Government Info

Newsletter

Recent Photos

Legong dance :Kata Legong berasal USING Kata
Legong dance :Kata Legong berasal USING Kata "kaki" Yang artinya Gerak Tari Dan Yang luwes lentur Danijel "gong" Yang artinya gamelan. "Legong" Artikel Baru demikian mengandung Arti terikat Gerak Tari yang (terutama aksentuasinya) Yang Dibuat gamelan meng
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG  II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA