Logo
http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/4897911gedung_disbud_fhdr.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/3113892bajra_sandhi.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/8829383art_center.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2915184museum_bali.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/1827065Barong_banner.jpg http://www.baliculturegov.com/components/com_gk2_photoslide/images/thumbm/2329116sawah.jpg
Thursday, 23 February 2012
Taman Budaya
PDF Print E-mail

Dalam upaya melestarikan kekayaan seni budaya, maka pada tahun 1969 dibentuklah Proyek Pengembangan Pusat Kesenian Bali di Denpasar yang merupakan gagasan dari almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra yang pada saat itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. Proyek ini diharapkan dapat mengadaptasi unsur positif dari seni budaya luar dan dapat menangkal unsur negatif dari seni budaya luar sehingga seni budaya tidak mandeg serta dapat berkembang sepanjang masa.

Setelah beberapa bangunan selesai dikerjakan, maka proyek ini diberi nama Werdi Budaya atau Art Centre dan kemudian  pada tanggal 16 Agustus 1978 Proyek Pengembangan Pusat Kesenian Bali ini dilembagakan dengan nama Taman Budaya Provinsi Bali sesuai dengan surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0276/0/1978.

Pada Era Otonomi Daerah Taman Budaya Provinsi Bali mengalami perubahan status, dengan Dasar hukum tentang perubahan tersebut adalah bersumber kepada Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 34 Tahun 2002, dan Peraturan Gubernur Bali No. 44 tahun 2008, Tentang Uraian Tugas-Tugas Unit Pelaksana Teknis Dinas Taman Budaya.

Dengan diberlakukannya peraturan dimaksud,  Taman Budaya Provinsi Bali dengan luas 5 Ha, memiliki sekitar 23 bangunan - bangunan fisik,  baik bangunan yang besar maupun yang kecil untuk menunjang berbagai kegiatan – kegiatan seni, termasuk kegiatan budaya lainnya.

Taman Budaya yang memiliki fasilitas yang cukup memadai, terutamanya masalah lokasi, ruangan, stage, keasrian taman dan lainnya sangat memberikan kepuasan kepada masyarakat untuk mengadakan even-even dalam skala kecil maupun penyelenggaraan even-even budaya berskala besar, baik dalam tingkat lokal, nasional maupun internasional.

Disamping sebagai ikon terpenting dalam penyelenggaraan Pesta Ksenian Bali, Taman Budaya juga dapat di gunakan sebagai tempat, pementasan berbagai bentuk kesenian baik tradisi, klasik, modern sampai kesenian kontemporer, even-even wedding ceremonial (perkawinan), galla dinner,  berbagai bentuk pertemuan, tempat pameran, sebagai tempat workshop, sebagai tempat lounching-lounching produk, dan kegiatan-kegiatan budaya lainnya.

 

Bali Culture Government Info

Newsletter

Recent Photos

Legong dance :Kata Legong berasal USING Kata
Legong dance :Kata Legong berasal USING Kata "kaki" Yang artinya Gerak Tari Dan Yang luwes lentur Danijel "gong" Yang artinya gamelan. "Legong" Artikel Baru demikian mengandung Arti terikat Gerak Tari yang (terutama aksentuasinya) Yang Dibuat gamelan meng
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
BARONG MERUPAKAN PERWUJUDAN DARI DEWA SIWA SEBAGAI PEMBASMI/PELEBUR DALAM KEPERCAYAAN HINDU DI BALI. SAAT HARI RAYA TERTENTU DIARAK MASYARAKAT KELILING DESA UNTUK MENETRALISIR ROH JAHAT
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Gubuk petani tempat berteduh disawah/The peasant hunt as the shelter in the ricefield
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
Upacara manusa yadnya di bali (potong gigi ) sebagai simbol menghilangkan sifat Sad Ripu pada di manusia/The ceremony of manusa yadnya in Bali (cutting teeth) as a symbol of the sad ripu traits
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
bentuk sesajen di Bali ( sode ) untuk persembahan kepada Tuhan sebagai rasa terimakasih pada berkahnya/Form of offerings in Bali (sode) for the offering to the God as the gratitude for His Blessing
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
meriam peninggalan zaman belanda, koleksi museum bali/Cannon of the Netherlands era ommision, as the collectionof Museum Bali
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
tengkorak kepala manusia, di kuburan desa trunyan, kintamani,bali/Human skulls, in the cemetary of Trunyan Village Kintamani, Bali.
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
kreasi ogoh-ogoh yang diarak pada malam pengerupukan di Bali/Ogoh-ogoh creations are paraded on pengerupukan night in Bali
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Tradisi Petani Bali membajak sawah, yang disebut mgelampit/Balinese farmer tradition which is plowing the ricefield called ngelampit
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
Bale Bengong di areal museum bali, sebagai tempat peristirahatan raja zaman dahulu/Bale bengong, in the days of empire are used as a resting place
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG I KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG I, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG  II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA
BARONG LANDUNG II KOLEKSI TAMAN BUDAYA/BARONG LANDUNG II, THE COLLECTION OF TAMAN BUDAYA